Pages - Menu

Jumat, 10 April 2015

Community = Comfort Zone or Training Zone?

Community = Comfort Zone or Training Zone? Real Training Zone is "Walking With GOD"

Dalam sebuah Komunitas kita bisa bertumbuh dan semakin bertambah kuat, tapi pertumbuhan sesungguhnya adalah ketika kita benar-benar ikut ke dalam agenda TUHAN, kemanapun TUHAN membawa kita pergi.

Pergi untuk proses dan didikanNYA ataupun pergi untuk Komunitas lain sebagai Leader ataupun yang lainnya yang DIA ingini.

Untuk itu kita tak bisa membiarkan kita terikat pada Komunitas manapun karena ikatan kita yang sebenarnya bukan dengan manusia atau komunitas itu tapi ikatan kita adalah dengan TUHAN.

Kita berada di Komunitas manapun itu bukan karena ikatan kita dengan Komunitas itu tapi karena ikatan kita dengan TUHAN dimana TUHAN ingin kita ada di situ.

Ingat, DIA adalah Center.

Seperti Musa, dia diproses TUHAN... Dididik TUHAN yang awalnya tempatnya di Keluarganya, Keluarga Yahudi ditarik TUHAN masuk ke lingkungan Keluarga Mesir yang notabene penyembah berhala.

Akhirnya Musa dididik di lingkungan Kerajaan sebagai seorang Pangeran dan menjadi Panglima yang tangguh. Tapi didikan TUHAN tak berhenti disitu. Saat Musa mulai nyaman pada kedudukannya TUHAN mengusik hatinya untuk melihat orang Israel yang akhirnya Musa keluar dari lingkungan Keluarga Kerajaan Mesir lewat berbagai proses yang dijalani berdua dengan TUHAN akhirnya dia jadi pemimpin orang Israel hingga mewakili umat manusia menerima Perintah/Dekrit/Undang-Undang dari TUHAN, bahkan FirmanNYA katakan, "Tidak ada orang selembut Musa."

Lalu Yusuf, dia hidup di Keluarga yang Ajaib menurut saya. Tapi TUHAN membuat Keluarganya menjadi 'Trigger' untuk Yusuf jalani didikan dan proses yang sebenarnya.. Dari dijual sebagai budak, tahanan penjara lalu jadi Penguasa Mesir.

Musa dan Yusuf ketika mereka mulai nyaman di Komunitasnya TUHAN selalu goncang untuk keluar dari Zona Nyaman itu. Entah TUHAN lempar dan tarik mereka keluar dari Komunitas itu untuk Komunitas yang lebih besar yang mana Zona Kritisnya juga lebih besar dari Komunitas awalnya. 

Lagipula, banyak dari kita ketika ada di Komunitas merasa kuat, cukup, bertumbuh dll. Bahkan saya sempat merasa seperti itu. Tapi ketika TUHAN membawa saya keluar untuk suatu tugas selama hampir lebih dari 2 bulan, disitu saya merasa bahwa saya tidak cukup kuat dari yang saya bayangkan. Saya teringat butuh komunitas lagi, tapi TUHAN tau itu lalu DIA taruh di Komunitas lain untuk sementara.

Banyak dari kita sadar atau tidak, lebih membutuhkan Komunitas daripada TUHAN. Kalo tidak percaya, cek sendiri.

Apimu, cahaya rohmu akan terlihat dengan jelas, sebenar-benarnya ketika kau ada di luar Komunitas dan hanya bersama dengan TUHAN.

Ada waktu TUHAN tanam kita di suatu Komunitas, namun ada waktu TUHAN cabut kita dari Komunitas untuk pelatihan pribadi bersama dengan DIA entah untuk memimpin Komunitas yang baru ataupun nantinya akan kembali ke Komunitas lama atau keduanya.

Yang perlu diingat dan digaris bawahi adalah Zona Nyaman akan selalu membuat kita tertahan untuk bertumbuh.

TUHAN YESUS Memberkati.



Salam Kasih,

Joseph Raphael Prima..

Senin, 06 April 2015

Whom You Will Serve??

Banyak hal yang 'sepertinya' dipertaruhkan ketika kita memilih GOD's Calling diatas semua keinginan kita, dan bisa jadi konsekuensi ketika kita lebuh memilih DIA adalah melepaskan semua hal, membuang semua hal yang menghalangi kita berjalan diatas track yang sudah DIA siapkan buat kita, Hosea bisa beralasan dan menolak ketika TUHAN memintanya menikahi pelacur tapi dia memilih taat, Daud bisa pahit hati dan berkata, 'sudahlah aku tidak perlu jadi raja jika jadinya seperti ini dan aku harus diburu dan akan dibunuh oleh raja yang sudah menjadi ayahku.', Elia juga sangat bisa beralasan terhadap perasaannya yang ketakutan, Nuh bisa beralasan untuk tidak buat Bahtera karena dia merasa dirinya freak diantara orang2 yang hidup dijamannya, Daniel bisa saja mengambil aman dengan berkata, 'Oke, aku putuskan tetap memilih Elohim Israel walaupun aku mengambil jalan aman menyembah patung raja agar nyawaku tidak terancam.', dan Stefanus bisa memilih untuk berkata maaf dan tidak melanjutkan penginjilannya ketika massa sudah akan melemparinya dengan batu. Semua HambaNYA lebih memilih taat kepada TUHAN dan mengesampingkan Perasaan Mereka demi Perasaan TUHAN, demi Kehendak TUHAN dalam hidup mereka karena mereka tahu dan menempatkan TUHAN benar-benar nomor satu dalam hidup mereka.

Chose this day, whom you will serve and give radically and totally, if you chose to serve GOD, HIS Grace will be your wings!!

GOD Bless.....

Salam Kasih,

Yehosev Rafael Alef (JRP)

Ikuti Jalan TUHAN

Ada waktu dimana TUHAN membiarkan kita berjalan dengan cara kita sendiri sampai akhirnya DIA akan berkata 'Cukup sampai disini kau menggunakan caramu sendiri, sekarang pakai CaraKU!'

Contohnya, ketika Daud membawa Tabut Elohim kembali ke Yerusalem, Daud pakai caranya sendiri, pikirannya sendiri. Daud berpikir dengan dia memakai metode yang terhormat menurutnya, dengan memakai pengangkut kereta pengangkut Tabut dan Daud menari didepan Tabut itu membuat TUHAN suka dan berkenan, tapi kenyataannya tidak seperti itu. Sampai pada jarak tertentu ketika tiba di Nakhon, lembu pengangkut Tabut tersandung dan Uza bermaksud 'menolong' dan memegang Tabut dimana akhirnya Uza mati tersambar Kemuliaan TUHAN.

Daud pakai caranya sendiri sampai TUHAN memberikan Shock Terapi buat dia lewat kematian Uza. Itu menyadarkannya bahwa caranya 'Salah' dan tidak sesuai keinginan TUHAN walau Daud baru bisa menyadari lewat waktu yang cukup lama.

Nakhon dalam bahasa Ibrani berarti 'Siap', Tabut tergelincir di Nakhon, berarti mereka 'Tidak Siap!' karena terbukti mereka pakai cara manusia, cara mereka sendiri.

Dan hasilnya TUHAN membunuh Uza, Uza dalam bahasa Ibrani berarti kekuatan, kemampuan. TUHAN tidak suka caraNYA disusupi ide-ide manusia yang'sok' menolong, karena sampai kapanpun Hadirat dan Kemuliaan TUHAN tidak perlu pertolongan kekuatan manusia justru manusia yang butuh pertolongan TUHAN.

Jika kita masih berjalan dalam kehidupan kita pakai cara kita dan hanya meminta TUHAN menyetujuinya mungkin saja itu tidak akan bertahan lama dan DIA akan dengan segera memberikan anda 'Shock Terapi' dan menggoncangkan hidup anda sampai anda sadar bahwa anda tidak siap dan cara anda salah dalam mengikuti kehendak TUHAN, dan anda akan kembali ke Jalur yang TUHAN memang inginkan anda berjalan diaitu dengan CaraNYA.

Shalom!!!

Salam Kasih,
Joseph Raphael Prima

Harus Melampaui Batas!!!

TUHAN berkata, " Jika AKU hanya menguji sampai batas kemampuan anak-anakKU mereka tidak akan pernah jadi besar! Musa tidak akan pernah bisa memimpin umatKU keluar Mesir, Daud tidak akan jadi RajaKU yang luar biasa. Tidak akan pernah bisa mencapai Puncak! Dan jika AKU hanya sampai batas kemampuan anak-anakKU, ketika mereka berhasil, mereka akan merasa bahwa itu karena kemampuan mereka sendiri. Dan sejujurnya ketika anak-anakKU mencapai keberhasilan mereka dengan cara hanya sampai 'batas' mereka saja, itu bukan Puncak yang sesungguhnya. "

Isi Hati Sang ALEPH

Isi hati Sang Aleph yang DIA berikan mulai dua tahun lalu sampai tahun ini dengan pengertian yang terus bertambah dan DIA curahkan kembali pagi ini.

Dan inilah isi hati EL Aleph :

Jika yang dicintai, kepadanya TUHAN tak berkenan.

Jika walaupun TUHAN ijinkan untuk bersatu namun itu bukan isi hatiNYA yang sebenarnya dan hanya keinginan, perasaan pribadi lalu disatukanNYA.

Sesungguhnya jika seperti itu, perasaanNYA sama sekali tidak diperhatikan, sama sekali tidak dihiraukan dan hanya melihat perasaan sendiri.

Juga sama saja menolak destiny yang sudah DIA berikan, sebab pasangan yang tidak tepat bisa menyebabkan gesernya destiny.

Bukan masalah destinynya, namun lebih kepada hatiNYA, hasratNYA, perasaanNYA-lah yang lebih dari segala-galanya untuk dilihat dan dituruti.

Sebab DIA telah melakukan banyak kebaikan, kasih karunia dan anugerah.

Jika yang dicintai bukan yang DIA ingini, maka lebih baik sama sekali 'tidak' DIA ijinkan sama sekali untuk bersatu apapun yang terjadi.

Sebab sesungguhnya belahan jiwa, pasangan yang sepadan, cinta yang sejati bukanlah pasangan jasmani, namun DIA sendirilah belahan jiwa yang sejati.

Dan pasangan jasmani hanya bisa dikatakan sepadan jika DIA ada didalamnya, dan DIA berkenan atas keduanya karena DIA lah 'kuk cinta' yang menyatukan keduanya karena Cinta dan PerkenananNYA.

Y'varekekha Adonai

Don't Turning Back

Kenapa ketika di Mesir bisa merasakan Damai Sejahtera? Bahkan ketika perjalanan menuju ke Tanah Perjanjian malah ingin balik ke Mesir?

Semua karena daging yang berbicara, jadi itulah Damai Sejahtera PALSU yang muncul dari daging dan bukan dari ROH KUDUS.

Mari peka terhadap ROH KUDUS agar tidak balik kanan dan kembali ke Mesir.

Banyak orang Israel pada waktu perjalanan ke Tanah Perjanjian ga suka akan proses perjalanan bahkan ga suka dipimpin oleh Musa.

Ikuti arahan TUHAN, ikuti orang yang TUHAN tetapkan untuk berjalan bersama kita dan membimbing kita ke Tanah Perjanjian.... selemah apapun dia, sebanyak apapun kekurangan dia.. Musa punya banyak kekurangan juga, banyak karakter yang masi perlu diperbaiki seiring Musa bawa bangsanya ke Tanah Perjanjian.

Musa dikatakan orang yang paling lembut hati, tapi karena dia marah, dia tak bisa masuk Tanah Perjanjian. Namun, tetap saja bagi TUHAN dia adalah orang yang lembut hati.

Go to Land of Covenant, don't Turning Back!!!

Minggu, 05 April 2015

Torah + Gospel = Echad

Torah + Gospel = Echad and Everlasting

Dalam Torah (Old Covenant) itu berlaku Law of Works (Mitzvot), namun dalam Gospel (New Covenant) berlaku Law of Faith (Emunah).

Banyak orang sampai saat ini tidak mengerti bagaimana hubungan sebenarnya antara Old Covenant dan New Covenant. Yang akhirnya tidak mengakui salah satu, atau mengakui tapi dengan paradigma pergantian. No no no no... Tidak begitu!!!

Jujur saya sedih dengan hal itu, dan sebelumnya maaf. Saya katakan keduanya adalah satu!! Torah dan Gospel itu Echad, seperti YAHSHUA Echad dengan YHVH!!! *Echad = Esa*

Yakobus 2:26  Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Tubuh tanpa Roh = Mati!!!

Iman tanpa Perbuatan = Mati!!!

Iman (Gospel / Law of Faith / Emunah / New Covenant) tanpa Perbuatan (Torah / Law of Works / Mitzvot / Old Covenant) = Mati!!!

Tidak ada pergantian, pengubahan!!! Semuanya itu Pembaruan, Renew.

Rumah tanpa Pondasi pasti Roboh, Gospel is the Building and Torah is the Foundation.

Know the Truth and The Truth in YaHshua Ha Mashiakh will give you Freedom!!!

Salam Kasih,
Yehosev Rafael Alef