Pages - Menu

Minggu, 24 Mei 2015

Finishing Well - Robert Liardon | 1 Mei 2015

Jumat, 01 Mei 2015
Finishing Well
Robert Liardon

Yoh 4: 34-35 – Yesus datang untuk:
1. Melakukan kehendak dan mandat dari Bapa
2. Menyelesaikan mandat itu.

Sepanjang pelayanannya ps Liardon berjumpa banyak hamba Tuhan, setiap orang memulai, tapi tidak semuanya mengakhiri.
Ps Liardon menjumpai banyak pengkhotbah dan pendeta berusia 50-70 tahun yang mulai jadi pengomel dan mudah marah. Mereka merasa dimanipulasi untuk masuk dalam pelayanan, takut Tuhan marah jika mereka tidak berkhotbah, terlanjur masuk terlalu dalam di pelayanan, dan sekarang sudah terlalu jauh untuk berbalik. Saat ini mereka sekedar memelihara yang ada.

Allah tidak mau kita sekedar memelihara sesuatu sepanjang hidup kita. Tapi Tuhan mau kita menaklukkan, menyerbu, maju, tidak mundur, tidak menyerah, menyelesaikan semuanya dengan penuh iman, penuh kuasa, penuh urapan, dan tanpa kompromi.
Di usia muda kita bersemangat untuk masa depan karena itu baru, segar dan indah. Tapi saat kita sudah berada di dalamnya beberapa waktu, melalui hal baik dan buruk, jika kita tidak berhati-hati maka kita akan ingin berhenti.

Jangan memulai, lalu berhenti atau menyerah. Kita harus menyelesaikan tugas kita

Besarnya revival Indonesia tergantung ketaatan kita. Ketaatan kita artinya melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Saat berlari dalam perlombaan Tuhan, kita mempunyai kenangan yang baik. Contoh: Saat mendedikasikan Holy Stadium dengan tanpa hutang, itu sangat bagus.

Sebagai seorang pengkhotbah, ps Liardon sudah lakukan semua yang harus dilakukan sebelum usia 45: menulis dan menjual buku, membangun gedung, berkhotbah di berbagai negara, membeli pesawat. Ps Liardon bisa duduk dan beristirahat karena sudah melakukan semuanya, atau memilih untuk bergabung dengan generasi yang baru dan memulai lagi semuanya dari awal.
Ps Liardon tidak ingin jadi seperti para penggerutu yang marah terhadap apapun. Ps Liardon ingin seperti Kaleb dan Yosua: membangun, menyerang, menguasai, hidup lagi.
Beberapa orang perlu untuk memulai sesuatu yang baru, yang ada saat ini bukanlah akhir. Revival besar yang diharapkan sudah dekat, jangan lewatkan itu, jangan kecewa dan jangan berhenti.

Kesaksian
Istri dari ps Smith Wigglesworth meninggal saat ps Wigglesworth berusia 51 tahun. Ps Wigglesworth sangat berduka dan tidak tahu harus berbuat apa. Saat di ruang duduk, ps Wigglesworth melihat tumpukan surat undangan untuk berkhotbah dari seluruh dunia. Ps Wigglesworth berhenti bersedih, bangkit, dan menjadi rasul iman yang luar biasa. Ps Wigglesworth baru mendunia setelah usia 50 tahun, bukan sebelumnya.

Di usia saat ini (49 tahun), ps Liardon memutuskan memulai semua dari awal lagi, bersama generasi yang baru dan muda. Itulah sebabnya ps Liardon datang lagi ke Indonesia. Inilah saatnya negara-negara Asia memimpin kekristenan. Eropa sedang dalam kegelapan, gereja semakin kecil, diperlukan orang-orang beriman seperti di asia untuk membantu Eropa: membawa kuasa dan otoritas, mendesak iblis, membangun gereja, membangkitkan orang mati, menjaga pesan kekristenan tetap hidup di Eropa. Amerika sudah tidak berani ber-bahasa roh terlalu keras, tidak berani mengusir setan, tidak berani melakukan hal-hal supranatural. Amerika perlu orang-orang seperti jemaat di Indonesia untuk mengingatkan dan membangkitkan iman mereka, bernubuat kepada mereka, dan membangun lagi, sehingga mereka mengalami revival dan pembaharuan.

Ini adalah saat bagi anank-anak Tuhan di Asia untuk membawa suara-iman-kuasa Tuhan kepada bangsa-bangsa di dunia, untuk membangkitkan kekristenan. Ini saat untuk memberkati dunia.
Bangkit dan kenali momentum kita !

Setiap benua memiliki momentum-nya masing-masing.
Tahun 1500-an Martin Luther dari Jerman mematahkan kuasa ke-agamawi-an, membuat ledakan kegerakan iman-kuasa-kebangunan rohani dari Eropa ke seluruh dunia. Selama lebih dari 500 tahun ada tokoh-tokoh kekristenan dari benua Eropa: Marthin Luther, John Calvin, John Knox, John Wesley, dll.
Sejak 1800-an Amerika mengirim dan memimpin kegerakan kekristenan ke seluruh dunia selama sekitar 200 tahun. Mereka mengirim misionaris dan dana.
Saat ini benua baru mendapat mandat: negara-negara di benua Asia. Kita mendapat urapan dan mantel yang baru, untuk mememimpin dan mengajarkan kekristenan di masa kegelapan. Saat ini negara-negara Asia membawa suara-suara kenabian ke seluruh dunia.

Anak-anak Tuhan di Asia harus pergi dan menolong negara-negara di Amerika dan Eropa: membawa suara kenabian, membangun gereja, mendirikan sekolah Alkitab, mengingatkan cara berdoa, mengingatkan cara menginjil, membawa kuasa Roh Kudus, mendemonstrasikan kuasa Tuhan, mengajar cara berperang rohani, dll.

Kisah Oral Robert
Ps Liardon dibesarkan bertetangga dengan ps Oral Robert. Ps Robert meninggal di usia 91 tahun. Ps Robert membangun sekolah Alkitab yang penuh urapan Roh Kudus, stasiun TV. Setiap kali bertemu, ps Robert selalu mempunyai proyek-proyek besar baru dengan biaya besar.
Suatu kali ps Liardon bertanya: ps Robert sudah lakukan semua hal besar dan proyek-proyek besar. Saat ini di usia 81, apakah tidak lebih baik untuk hanya berkhotbah dan menikmati masa tuanya. Jawab ps Robert: “aku belum mati saat ini, saya akan berlibur saat saya mati. Saat masih hidup, saya harus bekerja, tidak perlu berlibur”.
Saat mendoakan seseorang, ps Robert selalu menumpangkan tangan kanannya, karena tangan itu diurapi Tuhan Kita harus tahu bagaimana karunia seseorang hamba Tuhan, dan tahu bagaimana cara karunia itu bekerja.

Cara hidup pelayan Tuhan: menyelesaikan semua yang Tuhan tugaskan dalam hidup kita.

Kisah Lester Sommeral
Ps Sommeral adalah orang yang berbeda dengan ps Robert, lebih apostolik. Hamba Tuhan ini menulis lebih dari 200 buku, pergi ke lebih dari 100 negara, membangun lebih dari 10 stasiun TV dan radio. Banyak pekerjaan luar biasa sudah dibuat, tapi walau terlihat tua, dia memilih untuk memulai proyek Yusuf: pelayanan untuk memberi makan dunia. Ps Sommeral sebenarnya tidak mau membuat proyek baru, tapi Tuhan perintahkan untuk membangun proyek baru. Penyebabnya: Tuhan bisa percayakan uang untuk proyek-royek besar padanya karena dia tidak menyimpan uang dari Tuhan, tapi untuk membangun proyek-proyek yang Tuhan perintahkan.

Semua hamba Tuhan ini menerima mandat dari Tuhan, menyelesaikannya dan tidak menyerah

Hidup ps Robert tidak sempurna. Ps Robert punya 4 anak, yang tertua bunuh diri, yang wanita tewas dalam kecelakaan pesawat. Dia sedih, tapi tidak berhenti, dan menyelesaikan semua mandat yang Tuhan perintahkan.

Revival Asia sudah dimulai, dan itu menggembirakan. Tapi kita tidak cukup hanya memulai, tapi harus menyelesaikannya di masa hidup kita. Sehingga saat meninggal, kita sudah menyelesaikan pelayanan dan mandat-mandat kita.

Kebanyakan manusia tidak mencapai garis finish karena tidak pernah merencanakan akhir hidupnya

Pikirkan apa yang harus kita lakukan di usia tua, misalnya 90 tahun. Ps Liardon merencanakan bahwa di usia 90 tahun dia akan berada dalam sebuah ibadah bersama anak-anak muda, tetap bersemangat, melompat dan berteriak. Ps Liardon memilih untuk bersama mereka yang “hidup”, bukan yang “mati”.

Kisah akhir hidup Oral Robert
Suatu hari ps Robert terpeleset di rumahnya, dan tulang punggungnya cedera. Saat anak-anaknya datang, di ruangan rumah sakit yang seharusnya sunyi, ternyata ada suara-suara nyaring. Ternyata ps Robert yang membuat suara ribut itu: menyanyi dengan sekuat tenaga. Ps Robert bernyanyi karena Tuhan memberitahu bahwa dia sudah menyelesaikan semua tugasnya, dan siap untuk kembali ke surga hari itu juga. Ps Robert menyanyikan seluruh mazmur-mazmur lama yang pernah dinyanyikannya dengan sekuat tenaga. Dia mengajak anak-anaknya bernyanyi. Kemudian dia tertidur, dan malam itu dia lulus dan menyelesaikan perjalanan dan tugasnya di dunia.

Kita harus menyelesaikan panggilan yang Tuhan berikan dalam hidup kita

Jangan biarkan luka, kesalahan, iblis, orang jahat, atau apapun menghentikan kita; tetap bergerak hingga garis akhir. Selesaikan hidup dan destiny kita bersama Yesus. Kadang kita akan mengalami hari yang berat, sakit, penderitaan, sulit secara emosional, tapi kita harus tetap bergerak dan menyelesaikannya.

Pesan nenek ps Liardon:
Jika kita lelah dan jatuh, jatuhlah ke depan. Sehingga saat bangkit kita tahu harus ke mana.

JKI masih baru memulai, akan ada hal-hal yang lebih besar yang akan terjadi di depan, baik di kota-negara-benua kita dan bahkan dunia.

Kematian adalah kehidupan yang sebenarnya. Kita mati hanya sekali, dengan cara apa kita harus mati: sendirian? pengomel ? marah?

Rencanakan bagaimana kita akan menyongsong kematian

Ps Liardon merencanakan dan membayangkan kematiannya: secara dramatis, setelah berkhotbah dalam ibadah besar, bukan di ruang belakang, tapi di depan mimbar, menyampaikan salam perpisahan, dan pulang ke Surga. Ps Robert tidak mau mati di rumah sakit dengan menyedihkan.

Di Alkitab banyak tokoh-tokoh meninggal dengan cara luar biasa:
Tokoh-tokoh perjanjian lama memanggil anak-anaknya, mendoakan, bernubuat, membagi warisan, memberi perintah, setelah itu mengangkat kakinya dan meninggal. Seperti inilah harusnya orang percaya meninggal.
Yesus menyelesaikan semua tugasNya dengan baik di kayu salib.
Rasul Paulus berbicara tentang Kristus di depan Caesar, penguasa terbesar di dunia masa itu. Setelah itu Caesar menghukum mati Paulus, dan Paulus selesaikan tugasnya dengan baik.
Romawi mencoba membunuh rasul Yohanes dengan menggorengnya, tapi gagal. Lalu saat dibuang ke pulau Patmos, Yohanes menulis kitab Wahyu. Dia hidup sebagai orang tua, memenangkan pemimpin-pemimpin lokal di pulau Patmos. Perkataan terakhir Yohanes: cintailah satu sama lain, dan dia menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Saat kita mengakhiri dengan baik (finishing well), hidup kita adalah bukti dari apa yang kita percayai, pengajaran dan iman kita akan jadi teladan, neraka tetap takut pada kita.

Orang muda melakukan kesalahan, tapi karena itulah mereka belajar. Yang menakutkan ps Liardon bukan api liar (wild fire), tapi tidak ada api (no-fire). Ps Liardon tidak mau hidup bersama orang yang tidak punya api bagi Tuhan.

Mari hidup dalam lingkungan “orang hidup” dan penuh iman, jangan mau bersama “orang mati”.

Ps Liardon suka dan percaya dengan kegerakan JKI, karena sudah melakukan hal-hal yang mustahil. Seandainya jemaat harus pindah ke tempat lain, harus membawa semangat dan api ke tempat kita ditugaskan Tuhan, lalu menyelesaikan tugas dengan baik.

Korespondensi:
antoniusfw@facebook.com (FB); antonius_fw@yahoo.com (YM);
antoniusfw1@gmail.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB 2A67038C

*Alasan saya merepost kotbah ini adalah karena hari itu sangat spesial buat saya, karena 1Mei 2015 adalah hari Ulang Tahun saya. 1-5-15... It's very special... Maka dari itu saya memutuskan merepost isi kotbah ini dari blog asli yang adalah MinyakCadangan. Semua Kemuliaan hanya bahi TUHAN YESUS KRISTUS. HaleluYAH!!!*

Sabtu, 23 Mei 2015

Shavuot - Pentecost 6 Sivan 5775

Parashah Shabbat 5 Sivan 5775 & Shavuot 6 Sivan 5775

CHIZUK EMUNAH [חזוק אמונה] - PARASHAH BAMIDBAR [במדבר] "IN THE DESERT"
============================

Shalom,

Sesuai dengan porsi pembacaan parashah, maka Shabbat yang baru saja kita lewati 2 jam yang lalu kita membaca parashah BAMIDBAR [במדבר]. Kata Ibrani BAMIDBAR [במדבר] memiliki arti: "IN THE DESERT", dalam bahasa Indonesia adalah "DI PADANG GURUN."

Kata Ibrani MIDBAR [מדבר] artinya adalah "PADANG GURUN."

Kata Ibrani MIDBAR [מדבר] memiliki akar kata yang sama dengan kata Ibrani DAVAR [דבר], yang di dalam bahasa Indonesia artinya adalah "FIRMAN."

MIDRASH:
Sering kali kita perlu waktu menyendiri, seperti di PADANG GURUN agar kita dapat mendengarkan FIRMAN Elohim yang berbicara dalam suara yang pelan..."KOL D'MAMAH DAKAH קול דממה דקה"...(the Sound of still small voice). 1 Raja 19:12

_-------------------------------------------------_

Dan ketika saya baca tentang hal ini dari Talmidim Team, tidak ada yang kebetulan jika Parashah (Pembacaan Torah) ini dibaca pada Shabbat 5 Sivan 5775 satu hari sebelum Shavuot 6 Sivan 5775. Shavuot untuk orang Indonesia kurang dikenal, namun sebenarnya kita juga merayakan Shavuot, namun dengan pengertian yang tidak lengkap.

Shavuot adalah peristiwa 'lamaran' untuk menikah antara TUHAN kepada bangsa Israel, maka dari itu Pernikahan Yahudi saat ini memakai Chuppah (Tudung) yang dimana ketika TORAH diberikan Kavod TUHAN menutupi puncak Sinai sebagai Chuppah. Jika dua buah Loh Batu itu disatukan dengan masing-masing miring kekanan-kiri maka akan terbentuk pola hati, sebab itu memang isi hatiNYA. Turunnya TORAH itu sama artinya dengan DIA memberikan isi hatiNYA bahkan hatiNYA sendiri kepada orang Israel.

Dan menurut Tradisi Yahudi, TORAH tertulis pertama mempunyai cover berwarna putih bersih yang adalah gambaran dari gaun mempelai wanita.

Shavuot sama dengan Pentakosta, karena Shavuot adalah hari dimana TORAH (Taurat) turun dan diberikan pada Musa, dimana ribuan tahun selanjutnya ROH KUDUS dicurahkan di loteng Yerusalem. (Kebanyakan orang berkata, Pentakosta adalah hari turunnya ROH KUDUS, itu benar tapi tidak tepat karena sebenarnya ROH KUDUS lah yang turun pada hari Pentakosta - Shavuot)

TORAH dan ROH KUDUS sama-sama diberikan kepada Orang Israel dihari yang sama, yang dikemudian hari juga diterima oleh orang dari bangsa-bangsa diluar Israel.

Kita bisa lihat pola kenapa TUHAN memilih Padang Gurun dan Gunung Sinai untuk memberikan TORAH serta memilih Loteng Yerusalem untuk memberikan ROH KUDUS. Semua sama, TUHAN ingin umatNYA dipisahkan terlebih dahuku ketika menerima mandat, isi hatiNYA dan semua yang DIA ingin berikan. Maka dari itu tidak aneh jika TUHAN sering memanggil hamba-hambaNYA untuk memisahkan diri dari dunia untuk sementara dan menyendiri untuk bercakap-cakap denganNYA.

Ya memang dalam hal ini tidak semua setuju karena memandang hal ini sama dengan bertapanya orang-orang yang pada cari ilmu kanuragan, padahal mereka sendirilah yang meniru pola TUHAN.

6 Sivan itu adalah hari/tanggal spesial, TORAH dan ROH KUDUS turun pada tanggal tersebut. Namun ada dua tokoh juga yang awal juga akhir kehidupannya di bumi terjadi pada tanggal 6 Sivan.

Yang pertama Henokh, Henokh lahir pada 6 Sivan tepat dimana nanti ribuan tahun setelahnya TORAH turun. Namun Henokh mengalami 'Rapture' juga pada tanggal 6 Sivan sebelum peristiwa Shavuot.

Yang kedua Daud, Daud lahir dan mati pada tanggal 6 Sivan. Yang jelas Daud lahir dan mati setelah peristiwa Shavuot.

Kita tahu bahwa kedua tokoh ini adalah orang yang sangat intim dengan TUHAN. Sangat-sangat intim.

Message yang TUHAN berikan pada Shavuot tadi sore adalah tentang Keintiman dimana ketika TUHAN suruh saya buka buku 'Beyond The Veil' langsung terbuka bagian Keintiman, dikatakan tidak ada yang namanya anak kesayangan bagiNYA, namun yang ada anak yang intim dengan DIA.

Henokh dan Daud menjadi kesayangan TUHAN karena mereka berdua sangat intim, bukan hanya di level kekasihNYA tapi juga berada di level sahabatNYA.

Dan hubungan keseluruhan antara TORAH dan ROH KUDUS dengan Henokh dan Daud adalah keduanya, Henokh dan Daud bergaul dengan TORAH juga ROH KUDUS. TORAH sudah ada sebelum Dunia diciptakan, namun baru diberikan pada manusia secara fisik di jaman Musa, dan sebenarnya Henokh juga diajari TUHAN tentang TORAH dan rahasia-rahasiaNYA, ketika saya mempelajari Henokh, saya sangat takjub dengan kedekatannya dengan TUHAN, sampai suatu ketika TUHAN bukakan bahwa DIA bahkan sampai membeti tahu kejadian apa yang akan terjadi kepada Nuh, bahkan kejadian yang dialami Saul, Daud serta Salomo bahkan sampai jaman yang terjauh pun TUHAN beritahukan pada Henokh. Sungguh level keintiman yang luar biasa jika sampai seperti itu hingga sampai-sampai Henokh tidak harus mengalami kematian dan langsung naik ke Surga.

Untuk Daud kita tahu betapa hatinya sangat mencintai TUHAN, bagaimana respon hatinya.

Bagi saya Henokh dan Daud adalah teladan keintiman yang sangat luar biasa.

TORAH dan ROH KUDUS adalah satu kesatuan, pada jaman sekarang TORAH lazim dikatakan Firman TUHAN namun jika kita kembali ke jaman Daud, bahkan jaman Para Rasul Pertama yang namanya TORAH adalah 10 Commandments, 5 Kitab Musa dan 613 Mitzvah (Perintah).

Kenapa harus ada kesatuan antara TORAH dan ROH KUDUS? Karena ROH KUDUS diberikan karena KASIH KARUNIA, dan KASIH KARUNIA, ROH TUHAN itu memberikan Kehidupan. Maka memang seharusnya keduanya adalah Echad, Satu Kesatuan. Dan itulah kenapa TUHAN memberikan TORAH dan ROH KUDUS untuk pertama kali ditanggal yang sama, 6 Sivan yang adalah tanggal dimana kedua kekasih dan sahabatnya memulai dan mengakhiri tugas mereka di bumi.

Old Covenant TUHAN memberikan TORAH fisik, namun New Covenant TUHAN menuliskan serta menaruh TORAH dihati dan di akal budi setiap umatNYA.

Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Yirmeyah 31:33 But this shall be the Brit that I will cut with Bais Yisroel; After those days, saith Hashem, I will set My Torah in them inwardly, and I will write ketuvim on their hearts; and I will be their Elohim, and they shall be My People.

Ibrani 8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Yehudim in Moshiach 8:10 "KI ZOT HABRIT ASHER EKHROT ES BEIS YISROEL ACHAREI HAYAMIM HAHEM, NE’UM HASHEM; NATATI ES TORATI BEKIRBAM V’AL LIBAM EKHTAVENNAH, V’HAYITI LAHEM L’ELOHIM V’HEMMAH YIH’YU LI LE’AM" ("Because this is the Brit which I will make with the Beis Yisroel after those days, says Hashem: putting my Torah into the mind of them and upon the levavot of them I will write it and I will be to them G-d and they will be to Me a people"— see Jer 31:30-33; also Prov 30:4; 8:30;Yn 1:1; Rev 3:20).

Israel yang dimaksud ialah Israel Jasmani juga Rohani karena keduanya adalah Satu Kesatuan, jadi tidak ada alasan apapun karena Old Covenant dan New Covenant sama-sama mencatat hal yang sama.


Happy Pentecost, Chag Sameach Shavuot 5775!!!

Salam Kasih,

Yehosev Rafael Alef
(Joseph Raphael Prima)


TUHAN YESUS berkati...

Kamis, 14 Mei 2015

Info, Reminder and Warning untuk Pasukan TUHAN

Info, reminder, warning!!!

Pasukan musuh yang besar beberapa tahun lalu sudah dilepaskan dari Neraka, tapi pada waktu Bloodmoon ketiga sudah ditahan 85% (15% bebas) namun walaupun begitu kita harus tahu bahwa Pasukan Neraka ini dibagi beberapa Divisi, dan oleh AnugerahNYA, hambaNYA, Rick Joyner melihat seluruh Divisi musuh.

Divisi yang paling penting dalam Pasukan musuh dan yang utama adalah Harga Diri, Pembenaran Diri Sendiri, Minta Dihargai, Ambisi, Menghakimi Yang Tidak Bersalah dan yang lebih besar adalah Divisi Iri Hati.

Dimana Pemimpin Pasukan, Keseluruhan Divisi adalah "Penuduh" saudara sendiri.

Divisi-divisi ini bekerja menyerang Pasukan TUHAN sesuai Nama Divisi mereka.

Itu adalah nama Divisi-divisinya, namun senjata mereka kita harus tahu juga.

Senjata mereka adalah Pedang Intimidasi, Tombak Pengkhianatan, Anak Panah Penuduh, Gosip, Fitnah dan Pencari Kesalahan.

Mereka punya Pasukan Pengintai yang termasuk dalam Pasukan Kecil, ada Penolakan, Kepahitan, Ketidaksabaran, Tidak Mau Memaafkan (Mengampuni) dan Nafsu yang memang dipersiapkan untuk serangan utama.

Ini warning serius bagi Gereja, karena tugas utama Pasukan ini adalah untuk memecah belah Gereja, menyerang setiap hubungan Gereja satu sama lain, Jemaat dengan Gembala, Suami dengan Istri, Anak dan Orang Tua bahkan Anak satu dengan Anak yang lainnya.

Para pengintai ditugaskan untuk membuka celah di Gereja, Keluarga atau Individu dengan Penolakan, Kepahitan, Nafsu dll, semua itu dapat meledakkan dan menciptakan lubang besar untuk Divisi utama yang akan datang.

Pasukan ini tidak menunggangi Kuda tetapi menunggangi Pasukan TUHAN sendiri yang secara tidak sadar membuka celah dan membiarkan diri mereka ditinggangi dengan keadaan mereka tidak sadar bahwa mereka telah ditunggangi oleh musuh.

Beware Brethren....

Salam Kasih,
Yehosev RafaEL Alef
(Joseph Raphael Prima)

#TheVision #FinalQuest #rickjoyner

Senin, 04 Mei 2015

Mesir? HaMakom? Ikutilah EL Sheva!!!

Mesir? Tanah Perjanjian "HaMakom"? Ikutilah EL Sheva, jangan ikuti hasrat pribadimu.


Kalau TUHAN sudah berbicara jangan bersama si A dan harus bersama si B ya lakukanlah daripada anda harus membayar dengan harga yang tidak pernah anda duga dan yang tidak seharusnya anda bayar, ini bukan hanya pada harga yang harus dibayar karena apa yang anda pilih nantinya namun semuanya lebih kepada kesetiaan, ketaatan, pengabdian, cinta, kasih, perhatian anda kepada TUHAN. Sudah banyak hamba TUHAN yang mengambil Freewill mereka untuk menentukan dengan siapa mereka hidup bersama dan melayani DIA bersama dengan tidak melihat apa yang sebenarnya TUHAN inginkan, namun akhirnya tidak baik.

Kita ambil contoh, Oma Kathryn Kuhlman pernah menikah dengan orang yang jelas-jelas TUHAN sudah berbicara DIA tidak suka Oma Kathryn hidup bersama dia. Namun Oma saat itu melihat Cinta Buta daripada Cinta Sejati, akhirnya? Harga yang hatus dia bayar sangat mahal, pelayanannya hancur, dia merasa ROH TUHAN undur dari hidupnya dll. Sampai suatu titik dia ingin kembali, namun itu tidak mudah. Dan akhirnya ketika dia ambil keputusan untuk benar-benar kembali, dia tinggalkan suaminya yang sebenarnya dari awal TUHAN tidak suka Oma Kathryn hidup bersama dia.

Sampai disitu, setelah pisah harga yang dibayarpun masih sangat mahal.... Sampai suatu titik semua harga sudah dibayar karena AnugerahNYA dan semua aspek hidup dan pelayanannya mulai direstorasi oleh TUHAN dengan cepat dan ajaib hingga menuju Tanah Perjanjiannya.

Yang kedua, Mama Suzzette Hattingh, ketika Mama memutuskan untuk menikah dengan lelaku yang dia cintai. Akhirnya Mama bertunangan terlebih dahulu, hari terus berlalu hingga waktu menuju pelaminan semakin dekat. Pada suatu waktu Tunangan Mama berbicara kepada Mama Suzzette untuk setelah menikah agar jangan keluar jauh-jauh dari negara mereka ketika pelayanan, dan diijinkan hanya di negara yang dekat dengan negaranya. Mama Suzzette waktu itu oleh TUHAN memiliki kerinduan akan satu pulau di Indonesia, pulau dimana disana tinggal para penjaga salah satu Gerbang Ilahi, Gerbang Emas yaitu Papua.

Mama berkata pada Tunangannya kalau dia tidak mau dibatasi seperti itu karena Mama tahu bahwa TUHAN menaruh Papua dengan patok yang sangat kuat dan dalam didasar hatinya. Akhirnya dengan melewati seluruh pergumulan dan perhitungannya yang sangat tidak mudah, Mama Suzzette memilih untuk melihat Hati TUHAN bukan hatinya atau hati tunangannya. Hanya beberapa waktu sebelum pernikahannya, Mama datangi Tunangannya dan dia lepas cincin tunangannya lalu dia kembalikan kepada tunangannya dan menyampaikan bahwa Mama mencintai Tunangannya itu tapi Mama lebih mencintai TUHAN YESUS daripada tunangannya dan hal itu yang Mama pilih untuk Mama ambil dan melangkah ke dalam Tanah Perjanjiannya, sampai sekarang Mama Suzzette malah sudah punya KTP Papua dan itu menunjukkan bahwa HatiNYA untuk Papua sudah menyatu dengan hati Mama.

Semua itu bukan karena TUHAN jahat sehingga DIA tidak ingin anda hidup bersama orang dengannya anda ingin hidup bersama tapi itu adalah alasan agar anda tidak hidup di Mesir namun hidup dalam Tanah Perjanjian, semuanya untuk genapnya Destiny yang sudah DIA rancangkan untuk anda.

Memang di Mesir ada Tanah Gosyen tapi bukan disana TUHAN inginkan Israel tinggal, begitu juga dengan kita, tidak di Mesir TUHAN ingin kita tinggal, namun DIA ingin kita tinggal di Tanah Perjanjian.

Jika TUHAN sudah berbicara kepada anda tentang hal ini, jangan keraskan hatimu, dan bila anda juga mendengarkan juga tahu bahwa TUHAN juga mengatakan hal yang sama untuk anda lewat orang lain bahkan jika itu DIA sampaikan kepada lebih dari 1 orang itu tandanya DIA sangat serius dan sudah dalam tanda 'warning' untuk anda.

Capailah Tanah PerjanjianNYA, berjalanlah dan taatilah DIA, DIA EL Sheva yang selalu memegang PerjanjianNYA dengan kita, dan menggenapinya asalkan kita mau ambil bagian mengerjakan bagian kita didalam Perjanjian tersebut.

[Note : Sudah beberapa kali TUHAN mewahyukan NamaNYA yang belum pernah saya tahu secara pribadi, dahulu DIA menyatakan diriNYA pada saya sebagai Jehovah Agape, lalu beberapa bulan lalu DIA mewahyukan diriNYA sebagai EL Aleph, lalu TUHAN mewahyukan diriNYA sebagai EL Zayin dan beberapa minggu ini DIA terus menyatakan diriNYA sebagai EL Sheva, TUHAN atas segala Kesempurnaan, dam TUHAN yang selalu memegang Perjanjian yang sudah DIA ikrarkan dan menggenapinya]

TUHAN YAHSHUA "YESUS" memberkati kita semua...

Salam Kasih,

Yehosev RafaEL Aleph "Joseph RaphaEL Prima"

Senin, 27 April 2015

Zayin - Joshua's Covenant


Ketika Yosua meminta TUHAN menghentikan Bulan dan Matahari, lalu TUHAN melakukannya... Sebenarnya waktu itu bukan Bulan dan Matahari yang berhenti, bahkan bukan Bumi yang berhenti namun dalam KuasaNYA DIA menghentikan Waktu, DIA mengangkat Pedang Waktu untuk menghentikan waktu. Dalam huruf Ibrani, ada huruf ke 7, Zayin yang punya arti Sword of the Time... 7 artinya Sempurna, Genap, dan TUHAN sempurna dan Penghentian WaktuNYA juga sempurna, waktu berhenti namun Yosua masih bisa berperang dan menang!!!

Perjanjian Yosua, bisa dikatakan Perjanjian Zayin, perjanjian yang sempurna, perjanjian Pedang Waktu, perjanjian dimana yang mustahil terjadi akan terjadi oleh ijin TUHAN.

Nothing is impossible for G-D!!

HaleluYAH!!!

Salam Kasih,
Yehosev Rafael Aleph (Joseph Raphael Prima)

ADONAI YAHSHUA Bless Us...

Sabtu, 25 April 2015

Yobel dan Shabbat


Tahun depan kita akan masuk tahun Ayin Vav "5776" dimana tahun itu juga disebut Tahun Yobel, namun bukan hanya Tahun Yobel biasa, tahun depan adalah Tahun Yobel Besar (Tahun Yobel ke 70).

Apa yang diperlukan untuk kita persiapkan di tahun Yobel sekaligus Yobel Besar?

Kita harus tau, jangan asal ikut-ikutan, Yobel Besar...Yobel Besar dan bersuka ria tanpa kita ngerti sebenarnya apa Yobel Besar itu.

Minimal harus tau apa yang hendak direstorasi oleh TUHAN di masa Yobel Besar. Yobel sangat dekat hubungannya dengan Shabbat (Yobel adalah Puncak Shabbat), masih banyak yang mengira bahwa Shabbat adalah hari minggu namun kenyataannya bukan sebab Kalender Masehi bukanlah Kalender Ibrani. Shabbat itu dimulai Jumat petang hingga Sabtu petang, karena penganggalan Ibrani memang penghitungan hari dimulai pada Petang Hari bukan Tengah Malam seperti penanggalan Masehi.

Saya tau dan saya paham ini akan menggoncang apa yang ada selama ini dan menyebabkan beberapa orang mempertanyakannya, tapi saya harus tetap mensharekan hal ini.

Ada hari Shabbat, ada juga tahun Shabbat maka dari itu bisa muncul Tahun Shemittah juga Tahun Yobel. Apa yang hendak TUHAN restorasi adalah perintah ke 4, Kuduskanlah Hari Sabat.

Jangan berpaku pada Torah terlebih dahulu, lebih lebih jangan pernah melihat Torah sebagai Hukum saja, anda harus lihat Torah sebagai HatiNYA maka anda akan mengerti kedalaman HatiNYA.

Ikutilah teladan ADONAI YAHSHUA (TUHAN YESUS) bagaimana menyikapi Hari Shabbat.

Ketika saya mempelajari Kitab Yobel, pada Pasal ke 50 atau Pasal Terakhir, perikopnya adalah "Remember the Shabbats of YHVH and keep it Kodesh (Holy) and do not pollute it" maka jelas sudah apa yang TUHAN inginkan ketika kita akan masuk Yobel Besar adalah kembali kepada penghormatan kepada TUHAN di Hari Shabbat sebab DIA yang telah menciptakan hari spesial itu untuk kita.

Ini adalah salah satu isi hatiNYA yang ingin DIA sampaikan sebelum kita masuk ke Yobel Besar, keseluruhannya hanya diperlukan kerendahan hati anda untuk mau melihat isi hatiNYA yang sebenarnya, lalu minta ROH KUDUS untuk membimbing anda sebab DIA adalah Goel "Penolong" bagi kita.

Shabbat Shalom 6 Iyar 5775, Y'varekhekha ADONAI YAHSHUA, Barukh HaShem Adonai.

Salam kasih,

Yehosev Rafael Aleph (Joseph Raphael Prima)

TUHAN YESUS memberkati...

Jumat, 10 April 2015

Community = Comfort Zone or Training Zone?

Community = Comfort Zone or Training Zone? Real Training Zone is "Walking With GOD"

Dalam sebuah Komunitas kita bisa bertumbuh dan semakin bertambah kuat, tapi pertumbuhan sesungguhnya adalah ketika kita benar-benar ikut ke dalam agenda TUHAN, kemanapun TUHAN membawa kita pergi.

Pergi untuk proses dan didikanNYA ataupun pergi untuk Komunitas lain sebagai Leader ataupun yang lainnya yang DIA ingini.

Untuk itu kita tak bisa membiarkan kita terikat pada Komunitas manapun karena ikatan kita yang sebenarnya bukan dengan manusia atau komunitas itu tapi ikatan kita adalah dengan TUHAN.

Kita berada di Komunitas manapun itu bukan karena ikatan kita dengan Komunitas itu tapi karena ikatan kita dengan TUHAN dimana TUHAN ingin kita ada di situ.

Ingat, DIA adalah Center.

Seperti Musa, dia diproses TUHAN... Dididik TUHAN yang awalnya tempatnya di Keluarganya, Keluarga Yahudi ditarik TUHAN masuk ke lingkungan Keluarga Mesir yang notabene penyembah berhala.

Akhirnya Musa dididik di lingkungan Kerajaan sebagai seorang Pangeran dan menjadi Panglima yang tangguh. Tapi didikan TUHAN tak berhenti disitu. Saat Musa mulai nyaman pada kedudukannya TUHAN mengusik hatinya untuk melihat orang Israel yang akhirnya Musa keluar dari lingkungan Keluarga Kerajaan Mesir lewat berbagai proses yang dijalani berdua dengan TUHAN akhirnya dia jadi pemimpin orang Israel hingga mewakili umat manusia menerima Perintah/Dekrit/Undang-Undang dari TUHAN, bahkan FirmanNYA katakan, "Tidak ada orang selembut Musa."

Lalu Yusuf, dia hidup di Keluarga yang Ajaib menurut saya. Tapi TUHAN membuat Keluarganya menjadi 'Trigger' untuk Yusuf jalani didikan dan proses yang sebenarnya.. Dari dijual sebagai budak, tahanan penjara lalu jadi Penguasa Mesir.

Musa dan Yusuf ketika mereka mulai nyaman di Komunitasnya TUHAN selalu goncang untuk keluar dari Zona Nyaman itu. Entah TUHAN lempar dan tarik mereka keluar dari Komunitas itu untuk Komunitas yang lebih besar yang mana Zona Kritisnya juga lebih besar dari Komunitas awalnya. 

Lagipula, banyak dari kita ketika ada di Komunitas merasa kuat, cukup, bertumbuh dll. Bahkan saya sempat merasa seperti itu. Tapi ketika TUHAN membawa saya keluar untuk suatu tugas selama hampir lebih dari 2 bulan, disitu saya merasa bahwa saya tidak cukup kuat dari yang saya bayangkan. Saya teringat butuh komunitas lagi, tapi TUHAN tau itu lalu DIA taruh di Komunitas lain untuk sementara.

Banyak dari kita sadar atau tidak, lebih membutuhkan Komunitas daripada TUHAN. Kalo tidak percaya, cek sendiri.

Apimu, cahaya rohmu akan terlihat dengan jelas, sebenar-benarnya ketika kau ada di luar Komunitas dan hanya bersama dengan TUHAN.

Ada waktu TUHAN tanam kita di suatu Komunitas, namun ada waktu TUHAN cabut kita dari Komunitas untuk pelatihan pribadi bersama dengan DIA entah untuk memimpin Komunitas yang baru ataupun nantinya akan kembali ke Komunitas lama atau keduanya.

Yang perlu diingat dan digaris bawahi adalah Zona Nyaman akan selalu membuat kita tertahan untuk bertumbuh.

TUHAN YESUS Memberkati.



Salam Kasih,

Joseph Raphael Prima..