Pages - Menu

Jumat, 24 Juni 2016

Kepulangan SahabatNYA dan PesanNYA


 

Ev. Yusak Tjipto Purnomo atau sering dipanggil Engkong Yusak adalah seorang yang sangat berpengaruh dalam hidup saya dengan TUHAN, lewat beliau TUHAN ajari banyak hal yang beberapa diantaranya “Masuk Surga itu ga gandengan”,”Selalu ucap syukur”,  “Jujur dihadapan TUHAN” dan yang paling khas dari beliau adalah “NGGLINDHING WAE.”

Yang tidak kalah pentingnya yang TUHAN ajarkan kepada beliau dan yang beliau ajarkan dan selalu ingatkan adalah kita ini hanya Hamba yang tidak berguna kalau TUHAN tidak gunakan kita, jadi setelah melakukan apapun yang TUHAN perintahkan kembalikan semua pengagungan, kemuliaan, pujian, kejayaan dan ucapan syukur kepada DIA yang Bertahta.

Sejujurnya TUHAN sudah beberapa kali memberikan tanda bahwa hambaNYA ini akan pulang sebentar lagi namun tidak jelas kapan. Ketika 2 hari sebelum 1 Mei 2016, hari ulang tahun ‘Kalender Masehi’saya dapatkan hadiah yang luar biasa dari TUHAN, saya sakit selama hampir satu bulan, hampir sepanjang bulan Mei saya tak bisa keluar rumah dan saya hanya berdiam diri. Saya tahu itu waktu TUHAN ingin saya lebih lagi punya waktu bersama DIA. Banyak hal yang kami bicarakan termasuk tentang Engkong Yusak, praktis selama season ulang tahun saya di 1 Mei dan 17 Iyar. Satu hari pemimpin saya berkata, “Engkong sebentar lagi pulang.” Dan memang setahun terakhir Engkong lakukan hal yang sangat tidak biasa, selama setahun beliau tak pernah tidur. Waktu tidurnya ia ganti dengan berdoa dan baca firman, kalaupun beliau tertidur, beliau tertidur dengan sikap berdoa.

Dan sejujurnya di dalam roh saya, saya seperti menunggu kepulangan beliau. Entah mengapaitu menjadi sebuah kerinduan tersendiri. Beberapa hari sebelum saya berangkat ke semarang, hari itu saya sedang ada diatas motor, saya ngobrol dengan TUHAN dan bertanya tentang “CARANYA”memilih Pasangan Sepadan. Sampai warnet TUHAN suruh saya dengarkan Kotbah Engkong yang berjudul “Waspada Kejatuhan Gideon” yang sampai hari kepulangan beliau saya dengarkan kembali sampai 3x dan DIA jawab disitu. Ada banyak hal lain yang disampaikan, termasuk menjadi penyambung lidah TUHAN, yang mana perkataanNYA akan disampaikan lewat tulisan ini.

Tanggal 21 Juni 2016 ketika saya dalam perjalanan pulang dari Solo ke Jogja, saya dengarkan kotbah Papi Agung itu saya sendiri yang ingin dengarkan namun setelah selesai TUHAN suruh dengan kotbah Engkong Yusak tentang “Kesepakatan kita dengan TUHAN.” Disitu Engkong bicara dan cerita kejadian saat Emak Kiat sakit saat di Pelayanan di Australia. Jika di kotbah Engkong yang “Waspada Kejatuhan Gideon” beliau berkata, “ Berbahagialah orang-orang yang pulang di saat-saat ini “ dan di Kotbah “Kesepakatan kita dengan TUHAN” Engkong berkata tentang kerinduannya untuk pulang ke rumah BAPA. Itu tanda kesekian tentang kepulangan beliau.

Tanggal 22 Juni 2016 sepulang saya dari merayakan ulang tahun putra dari Guru Agama di SMK saya, diperjalanan TUHAN suruh saya mampir ke warnet, padahal saat itu sudah pukul 22.30wib.Saya taat walau saya tak tahu apa yang harus saya lakukan diwarnet,akhirnya saya hanay download video kotbah. Sebelumnya saya harus tunggu antrian sebab saat itu warnet sedang penuh, ketika ada yang sudah selesai dan giliran saya untuk masuk ke bilik komputer, saya dapatkan Bilik Nomor 23. Ketika saya menuju bilik bingung karena seperti ada sesuatu tentang angka 23 ini. Satu jam lebihsaya selesai,dan ketika saya keluar bilik saya lihat lagi Nomor Bilik saya, Nomor 23. Dan saya bertanya, “ TUHAN ini apa? Maksud angka 23 itu apa to TUHAN? DIA diam...

Sampai rumah hampir pukul 00.00 wib, sampai pukul 01.00 wib saya belum bisa tidur.Saya tidak tahu ada apa, dan tepat pukul 01.08 wib kakak saya kirim line, di notifikasi tertulis “Telah menyelesaikan semua dengan kuat...” dan suddenly saya ngerti dan dari dalam hati, ROH KUDUS berkata, “Yusak Pulang!” Saat Papi Agung pulang saya cukup kaget, namun saat Engkong Yusak pulang saya cukup siap sebab DIA banyak berikan clue tentang kepulangannya.

Akhirnya saya hanya berdiam hingga pukul 02.30wib dan saya tertidur. Esok paginya TUHAN suruh saya lihat tanggal 23 Juni 2016 dalam kalender Ibrani, hari itu adalah tanggal 17 Sivan 5776. Banyak hal terjadi di 17 Sivan, 17 Sivan adalah hari ke 11 Musa ada di puncak Gunung Sinai untuk terima Torah.

Yang membuat saya sangat kaget adalah 17 Sivan adalah hari ke30 setelah ulang tahun saya menurut kalender Ibrani, 17 Iyar. Ada dua event yang sangat luar biasa dan membuat saya speechless. 17 Iyar adalah hari dimana TUHAN menutup Pintu Bahtera dan Air Bah datang, sedang 17 Sivan adalah hari dimana Bahtera Nuh mendarat di Gunung Ararat. Bukan sebuah kebetulan jika Engkong Yusak adalah salah satu Metusalah bagi Generasi ini, bagi Generasi Terakhir dan memang Beliau adalah sang Pilar. Saya ingat benar bahwa Papi Agung pernah menyampaikan bahwa jika Engkong pulang, Air Bah itu datang. Semuanya jebol... 17 Sivan, hari ke 11 Musa diatas Gunung Sinai... 11 berarti Chaos, so mari siap-siap.

Lalu saya berdoa lagi dan TUHAN bukakan maksud angka 23, ada dua nama Ibrani Chaya dan Chedva. Keduanya memiliki nilai Gematria 23,Chaya berarti Kehidupan dan Hidup sedang Chedva berarti Sukacita... Engkong sudah Hidup dalam Kehidupan yang penuh dengan Sukacita di Rumah BAPA seperti Kerinduannya selama ini. Ada satu kata Ibrani lagi, Zabach yang berarti Offering, Persembahan dan Bulan Sivan itu terkoneksi dengan Suku Lewi, Suku Imam... bukankah hidup Engkong berisi Offering setiap hari kepada TUHAN dan Musa adalah seorang Lewi? Sungguh bukan suatu kebetulan.

Yang terakhir, beberapa waktu lalu seorang hamba TUHAN share :


Huruf ke 9 dari alfabet Ibrani adalah 'tet'... Kata 'tov' (טוב) yg berarti 'sungguh amat baik', 'well, very good, pleasing' dan kata 'tov' terdiri dari alfabet ini... Dan alfabet ini pertama kali muncul di Kejadian 1:31.
Yesus meninggal di jam ke 9 alias jam 15.00 dan Ia berseru: 'It is finished!' atau 'It is complete!' dan kematianNya menebus dosa seluruh umat manusia.
Angka 9 juga mewakili 9 Buah Roh (Galatia 5:22-23). Ini bukan perhitungan klenik, tapi Alkitabiah
-HCE


Dan ada satu lagi rahasia tentang angka 23 dan 9, Firman TUHAN dalam Kejadian 1 “Parashat Bereshit”, “Dan Tuhan bersabda jadilah terang dan terangpun jadi”, "G-D said,Let there be light and there was light” dalam bahasa Ibrani terdiri dari 23 Huruf Ibrani ["וַיֹּאמֶר אֱלֹהִים, יְהִי אוֹר; וַיְהִי-אוֹר" (vayo'mer 'Elohiym yehiy 'or vayehiy 'or).] Dan Gematria value dari kata Terang atau Ohr (‘or) berjumlah 207 dimana angka 207 didapat dari 9 x 23!!!



HambaNYA yang telah jadi Terang bagi Bangsa-Bangsa, bagi Generasi ini untuk TUHAN telah selesai menyelesaikan mandat dan tugasnya dengan baikdan tuntas, selesai dengan kuat. Ini waktunya bagi kita selesaikan apa yang jadi mandat dan tugas kita masing-masing sebagai TubuhNYA, salah satunya menjadi Terang bagi Bangsa-Bangsa, Menjadi Terang Dunia ( Terang Alam Semesta – Terjemahan Bahasa Ibrani ).

May the L-rd (YHVH) bless you and guard you -
יְבָרֶכְךָ יהוה, וְיִשְׁמְרֶךָ
Y'varekhekha Adonai v'yishmerekha
May the L-rd make His face shed light upon you and be gracious unto you -
יָאֵר יהוה פָּנָיו אֵלֶיךָ, וִיחֻנֶּךָּ
Ya'er Adonai panav eleikha vichunekha
May the L-rd lift up His face unto you and give you peace -
יִשָּׂא יהוה פָּנָיו אֵלֶיךָ, וְיָשֵׂם לְךָ שָׁלוֹם
Yissa Adonai panav eleikha v'yasem l'kha shalom

BAMIDBAR 6:23-27

Baruch Haba B’Shem Adonai Yeshua...

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima

Baruch HaShem, HaleluYAH!!!

Engkong Yusak, Sampai Bertemu di Pesta Perkawinan Anak Domba






Awal menikmati pengajaran dari hubungan karibmu bersama DIA adalah lewat bukumu yang berjudul "Belajar menyenangkan hati TUHAN" dan sejujurnya waktu itu aku sedang mulai tata hidupku untuk balik kepada DIA yang berhasil menangkapku kembali diakhir tahun 2011 setelah aku lari dan terus berlari menjauhiNYA selama empat tahun sejak DIA curahkan ROH KUDUSNYA dalam hidupku di satu ruangan kelas smk yang kecil.

Saat itu hanya ada perasaan ingin membuat DIA tertawa terbahak-bahak, menyunggingkan senyumNYA bahkan mengangkat jempolNYA seperti seorang Ayah kepada anaknya. Ingin mwmbuat DIA bahagia, tertawa lepas tiap kali DIA tolehkan pandanganNYA kehidupku.
Lewat bukumu, dan lewat kotbah-kotbahmu aku belajar bagaimana "ngglindhing wae" denganNYA sampai pada akhir tahun 2012, TUHAN mulai berkata, "Kembali ke akar nak..." perjalanan mengenai siapa aku dimataNYA dan segala sesuatunya dimulai.

Hari-hari itu aku bertanya kepadaNYA, "Sesatkah aku?" "Salahkah aku?" Sebab DIA terus berkata, dan kalimat itu terus terngiang-ngiang hingga aku temukan penjelasan dan jawabanNYA di akhir tahun 2014.

Ditengah perjalanan menuju akhir 2014, pertanyaan diatas terus muncul dari jiwa dan pikiranku.

Segala hal tentang Torah yang berbanding terbalik dengan apa yang Gereja ajarkan. Sampai satu ketika aku berkata kepada TUHAN, "TUHAN, aku ada di Bahtera. Ada 6 Pemimpin dibawah Engkau di dalamnya. Jika semua hal yang Kau berikan tentang Torah adalah benar, tolong dan aku mohon Kau berbicara lewat salah satu dari mereka."

Dan jawaban pertama aku dapatkan dari kotbahmu, bahkan kau juga terbitkan buku tentang hal itu.

Semuanya saling berkaitan, DIA berkata Torah adalah HatiKU dan pelajaran darimu adalah Belajar menyenangkan Hati TUHAN. Semuanya berpusat kepada HatiNYA, dan kunci hubunganmu denganNYA hanyalah dari Hati ke Hati.

Terima kasih buat segalanya, aku memang tak kenal engkau secara pribadi namun kau tetap Engkong buatku yang tak pernah merasakan nikmatnya, enaknya didikan seorang Engkong / Kakek, dongeng, cerita dan semua pengalaman hidup tapi lewat engkau aku dapatkan semuanya. Terima kasih... sampai bertemu di Pesta Perkawinan Anak Domba kong...

I love you, and you will in my heart forever Engkong Yusak... Finish Strong, Finishing Well.

- Joseph RP

Jumat, 22 April 2016

Renungan 21-22 April 2016 Pesakh / Passover Season Ayin Vav 5776

TandaNYA untuk Pesakh 5776
21 April 2016 - 13 Nisan 5776
 
 Pagi ini seperti biasa saya menyapu halaman, tapi ada sesuatu tak biasa... ternyata ada daun jatuh dan membentuk huruf TAV yang punya arti Mark, Sign arau Seal. Secara spesifik dikatakan sebagai Seal of The Covenant. 

Bisa dilihat bentuk TAV itulah yang terbentuk ketika Pesakh / Paskah Aleph "Pertama" di Mesir, yaitu pada saat Tulah ke 10 - Kematian Anak Sulung dimana di dalam Kitab Keluaran 12 Orang Israel TUHAN suruh untuk menyembelih Domba Jantan dan mengoleskan darahnya di dua Tiang dan Ambang Pintu.

Sedangkan pada Pesakh / Paskah Tav "Terakhir" adalah hari dimana TUHAN YESHUA disalib dan dengan darahNYA yang menetes di atas Tutup Pendamaian Tabut Perjanjian maka itu sebagai Seal of The Covenant dari Perjanjian Keselamatan. Huruf Ibrani TAV dalam bentuk Piktograf berbentuk Salib, dan dalam huruf Aram pun berbentuk 'seperti' Salib.

Yang buat saya "waah" adalah bahwa petang ini, tanggal 21 April 2016 kita masuk tanggal 14 Nisan 5776, dengan kata lain Pesakh / Paskah yang sesungguhnya dimulai sesuai dengan Kalender Ibrani yang TUHAN beri dan tertulis di Alkitab dan yang jiga TUHAN YESHUA rayakan selama di bumi.
YESHUA berkata, "AKU adalah ALEPH dan TAV"

Maka Pesakh / Paskah berbicara mengenai DiriNYA sendiri.

Yang mengerti, mengertilah... yang terima, terimalah sedang yang menolak monggo saja...

Chag Pesakh Sameach!!!
TUHAN YESHUA Berkati...

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima


Renungan pra-Pesakh tentang Unity
21 April 2016 - 13 Nisan 5776

Menjelang kita masuk masa Pesakh / Paskah petang nanti, mari kita renungkan...

Akibat dari JubahNYA yang terpotong-potong bukan hanya berdampak pada TubuhNYA (GerejaNYA) saja tapi juga berdampak pada Pengenalan akan DIA dalam potongan-potongan JubahNYA itu, atau bisa kita katakan berdampak pada Pengenalan akan DIA di dalam 4 potongan besar TubuhNYA (Judaism, Christianity, Catholic, and Other Church "ex. Jehovah Witness").

Maka dari itu arti dari "Jumlah Penuh" bukan hanya Jumlah Jiwa-Jiwa dari non-12 Suku Israel (Jewish) melainkan Knowledge atau Pengenalan Penuh akan TUHAN YESHUA pada TubuhNYA di sisi Gentiles / non Israel baru Bangsa PilihanNYA akan diselamatkan karena tudung yang selama ini menutupi terkoyak dan mereka lihat YESHUA sebagai Mashiakh dan Adonai bagi Israel secara keseluruhan.

JIKA KITA BICARA UNITY NAMUN CUMA MENGURUSI GEREJA KITA SENDIRI, DENOMINASI KITA SENDIRI BUKAN UNTUK TUBUHNYA SECARA KESELURUHAN, ITU BUKAN UNITY SEJATI DAN ITU BUKAN YANG TUHAN YESHUA INGINKAN!!!

Mari berjalan dalam Unity yang sesungguhnya, HaleluYAH!!!
 TUHAN YESHUA Berkati...

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima


4 Bagian JubahNYA dan BahteraNYA
22 April 2016 - 14 Nisan 5776

Hari ini kita sudah masuk masa Paskah (Pesakh-Ibrani). Hari dimana TUHAN YESHUA disalib, dan sebelumnya JubahNYA direnggut paksa lalu dipotong-potong.

Hampir selama 2 bulan ini TUHAN selalu bicara tentang ketepatan Purim bulan lalu dan Pesakh bulan ini. Dan selama 2 minggu ini DIA terus bicara tentang Pesakh, khususnya tentang JubahNYA
yang dipotong oleh tentara Romawi menjadi 4 bagian.

Setelah TUHAN bicara beberapa hari lalu tentang 4 Potongan Jubah TUHAN YESHUA, yang berdampak pada TubuhNYA sehingga menjadi 4 bagian yang adalah Yudaisme, Kekristenan, Katolik dan Gereja 'Lain' dengan Pengenalan akan DIA yang juga terbagi-bagi.

Pagi ini tiba-tiba muncul begitu saja tentang 4 Orang Laki-Laki (Kepala Rumah Tangga) yang masuk ke dalam Bahtera, Nuh-Sem-Ham-Yafet. Walaupun mereka keluarga, mereka berbeda bahkan melahirkan bangsa-bangsa yang berbeda pula. Tapi mereka masuk ke dalam Bahtera, dan mereka selamat dari Air Bah waktu itu.

Bukankah hari-hari ini adalah hari dimana Nuh hidup?

Masuklah ke Bahtera, jangan hanya dirimu sendiri, jangan cuma kelompokmu sendiri, tapi masuklah sebagai Kesatuan TubuhNYA, 4 Bagian TubuhNYA masuk dan Unity di dalam Bahtera yang adalah TUHAN YESHUA sendiri.

Mari masuk Bahtera TUHAN YESHUA... sebelum "Tsunami" itu datang.

Chag Pesakh Sameach 5776 - Happy Passover 5776 - Selamat Paskah 5776 dan bersiap masuk Shabbat petang ini.
TUHAN YESHUA Berkati...

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima


The True Passover
22 April 2016 - 15 Nisan 5776

Dimanapun HadiratNYA kuat banget di Hari ini, Pesakh sekaligus Shabbat!!! Kita sudah masuk 15 Nisan 5776, hari dimana Bangsa Israel melakukan Seder Pesakh (Makan Paskah) dengan suasana rumah terang benderang sementara Orang Mesir diliputi Kegelapan Tulah ke Sembilan sekaligus Tulah Ke Sepuluh, dimana Malaikat Maut membunuh semua yang Sulung, Anak-Anak Sulung Orang Mesir sekaligus anak-anak sulung hewan ternak Orang Mesir.

Dimana 300 tahun kemudian setelah hari itu, tepat di tanggal ini Ishak Lahir. Jadi mari kita ingat lagi tentang apa yang disampaikan Papi Agung sebelum pulang yang berhubungan dengan Covenant Money dan Kelahiran Ishak.

Jikalau kita mau tepat sesuai tuntunanNYA, pada saat ini khususnya Perayaan Paskah maka TUHAN akan tunjukkan banyak hal yang ajaib yang sudah DIA lakukan bahkan yang akan DIA lakukan.
Paskah berbicara Keluarnya Bangsa Israel dari Mesir, Kelepasan sebuah Bangsa, Pembebasan, Tuntunan menuju Tanah Perjanjian, Ishak lahir, Anak Perjanjian Lahir, YESHUA Sang Pemilik Perjanjian dan Peneguh Perjanjian memateraikan seluruh Perjanjian lewat DarahNYA sendiri di Salib yang menetes ke atas Tutup Pendamaian (Huruf TAV sama dengan bentuk olesan Darah domba di dua tiang dan ambang pintu juga TAV dalam bentuk Piktograf berbentuk salib).

Apakah kebetulan?? No, memang Kairos PesakhNYA itu saat ini!!!

Jadi hari ini kita perkatakan kembali dengan sangat tepat bahwa TUHAN akan dan sudah memberikan kelepasan pada setiap kita, pemulihan segala sesuatu, kita sudah segera dan sudah tiba ke Tanah Perjanjian kita bahkan Anak Perjanjian pun segera dan sudah lahir bahkan TUHAN YESHUA sudah memateraikan semuanya itu... Penggenapan JanjiNYA sebentar lagi.

Bertahanlah!!!

Pesakh (Aleph dan Tav), Kelahiran Anak Perjanjian plus Hari Shabbat semua nya berhubungan dengan Perjanjian, Tanda dan Materai dari BAPA dan YESHUA.

Chag Sameach Pesakh 5776, the True Passover is Now!!!
TUHAN YESHUA Berkati...

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima

Memanggil NamaNYA dengan Hati

Ada yang memanggil YESUS, ada yang memanggil JESUS dan ada yang memanggil YESHUA. 

Sejujurnya siapa pribadi yang tidak gembira jika dipanggil dengan Nama yang diberikan sejak lahir tanpa perubahan-perubahan bahasa.

Yang memanggil DIA YESUS, DIA dengar... JESUS? DIA dengar juga. YESHUA? DIA dengar!!!

Jadi apa masalahnya?

Hati...

Hatimu bagaimana?

Memanggil DIA dengan Nama AsliNYA, seperti yang BAPA beri lewat Miryam dan Yosef itu butuh panggilan hati, dan yang namanya hati itu tak bisa dipaksa.

Kita tak bisa dipaksa menerima DIA sebagai RAJA, kita tak bisa dipaksa mencintai DIA kalau kita tak menetapkan hati kita sendiri untuk menerima dan mencintaiNYA begitu pula saat memanggil NamaNYA.

Firman berkata bibir bangsa-bangsa akan dimurnikan untuk memanggil NamaNYA, saat itu sudah dekat jadi biarkan untuk hal ini DIA sendiri yang berurusan dengan masing-masing kita.
Semuanya dari hati...

Hanya hati...

Yang Aneh Dari TUHAN


20 April 2016 - 12 Nisan 5776

Ketika kita terus berpegang dengan kata "aneh", maksudnya bagaimana? Maksud dari kalimat yang belum selesai diatas adalah ketika kita terus berpegang dengan kata "aneh" secara negatif maka saat melihat orang yang berbeda dengan kita, kita langsung cap dia "aneh." Itu reaksi...

Tentang ke -aneh-an,

Tahun 2007 ketika TUHAN berikan Baptisan Api kepada Persekutuan Sekolah saya di salah satu kelas, kami mulai terima bahasa Roh. Dan sepanjang perjalanan pulang saya tak bisa berhenti dan terus menerus berbahasa Roh. Sampai rumah Orang Tua kebingungan, 'Ngomong apa ini anakku?'
Mungkin mereka berpikir saya sudah tak waras, setelah hari itu ketika saya berdoa dan berbahasa Roh, Orang Tua mulai berkata, " Kamu aneh. " Yang sejujurnya sampai sekarang sering berkata, 'Aneh dan Tak Jelas.'

Seiring jalannya waktu, ada waktu saya ibadah ke GKJ waktu subuh dan ke GSJA waktu petang, Jogja dan Klaten. Di dalam masa tergelap saya, TUHAN tetap pegang tangan saya dan tak pernah lepaskan, disitu beberapa orang mulai berkata, " Kamu aneh, sudah pagi ibadah di GKJ kok sore ibadah lagi, di Klaten lagi. "

Tapi saya tahu, ApiNYA terus berkobar dalam hati saya meskipun saya sedang jatuh, terjerembab dan terseok-seok waktu itu.

Sampai satu waktu TUHAN bawa saya ke GKKD dengan perkataanNYA yang sangat jelas waktu itu ditelinga saya, sampai disitu saya berkata, "TUHAN, ni Gereja aneh. Ada Bintang Daudnya, bukan Salib." Tapi saya tahu TUHAN yang bawa, dan seaneh apapun, kalau TUHAN kadang sangat aneh buat manusia.

Ketika saya masuk GKKD, tidak otomatis waktu itu saya tinggalkan GKJ maupun GSJA. Subuh saya ke GKJ, Siang saya ke GKKD dan Petang saya ke GSJA. Itu berlangsung selama 3-4 bulan dan beberapa orang mulai kembali berkata, " Kamu aneh."

Semakin saya menyelami TUHAN, saya mulai masuk Kegerakan Bahtera. Yang isinya orang-orang aneh! Termasuk saya.

Masuk ke Eagle Squad pun masih dibilang aneh, sampai ada yang berkata, "Kamu itu ngajar atau ngapain di SMK? Kok ga dapat uang? Aneh!"

Belum lagi ketika saya misi dan pelayanan ada yang berpikir, "Kamu diutus, dapet gaji gak?" Ketika saya berkata, "Saya misi & pelayanan, itu lakukan kehendak TUHAN, bukan cari duit!" Lagi-lagi mereka berkata, "Kamu aneh!!!"

Dan saya tahu, sepanjang ikut TUHAN... saya maupun anda yang membaca status ini, akan ada orang-orang yang berkata aneh kepada kita, dimanapun kita selalu dicap aneh apalagi ketika ikut TUHAN. Tapi pilihan kita, kita mau terus maju dan terbang lebih kuat atau stop, selesai begitu saja.
Itu baru aneh, kita belum bahas dimana sampai dititik kita dikatai "Gila!"

Kalau salah satu hambaNYA berkata, "Kita dikatai gila, ya sudah tambah gila aja lagi buat TUHAN sesuai mauNYA", maka saya berkata, "Kita dikatai aneh, ya sudah tambah aneh aja lagi buat TUHAN sesuai mauNYA."

By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima

Selasa, 19 April 2016

Jubah Yang Terpotong-Potong





Beberapa minggu ini TUHAN ajarkan tentang Jubah. Banyak hal yang kami bincangkan. Ada satu hal yang membuat saya terkejut.

Masih ingatkah ketika Ibu Nani – Ev. Nani Susanti memperingatkan dengan keras ‘namun lembut’ tentang mengenakan Jubah, entah dalam bentuk Kaos atau bentuk apapun. Apa yang kita pakai itu menunjukkan siapa diri kita, saya juga mengerti tidak semua orang Kristen setuju dengan hal ini, terbukti masih banyak yang gunakan Kaos bergambar dewa, kata-kata Kutuk maupun gambar Tengkorak. 

Ada dua hal tentang Jubah yang tercatat di Alkitab, jika kisah Jubah tentang Elia-Elisa saya yakin kita semua familiar dengan hal itu namun jika kisah Jubah dan Saulus (Paulus)? Itu yang membuat saya terperangah dan melihat bahwa apa yang TUHAN sampaikan tentang memakai Jubah yang Benar lewat Hamba-HambaNYA itu memang suatu Kebenaran yang mana mau diterima atau ditolak tak akan membuat hal itu berubah sebab KebenaranNYA itu Mutlak.

Awalnya saya akan bahas tentang jubah di Eagle Squad sebelum TUHAN beritahukan tentang Saulus, namun beberapa hari seperti TUHAN menahan hingga DIA berikan rahasia itu DIA tetap tahan.

Beberapa hari lalu TUHAN utus dan ijinkan saya untuk melayani ke LP Nusa Kambangan dengan beberapa rekan dari Gereja dan Denominasi yang berbeda. Sepanjang perjalanan saya ngobrol dengan TUHAN dan DIA cerita banyak hal termasuk tentang JubahNYA.

Saya perhatikan dengan seksama, hingga kami tiba di Purwokerto dan kami melayani KKR anak muda di sebuah gereja di Purwokerto, KKR ini juga lintas Gereja dan Denominasi. Beberapa waktu Gembala sempat bercerita dengan saya tentang bagaimana sejarah Gerejanya, masalah Gerejanya hingga Terpecahnya Gereja menjadi Tiga Gereja.

Saat itu saya diam dan mendengarkan, saat Pujian Penyembahan kami nyembah dan TUHAN ingatkan tentang apa yang DIA beritahu sepanjang perjalanan ke Purwokerto. Sampai satu titik seorang Pastor yang menjadi tudung misi kali ini berkata, “Ada yang mau menyampaikan sesuatu?” Istrinya yang ikut bersama kami maju, namun saya masih menimbang-nimbang apakah saya harus sampaikan. Sampai Pujian dan Penyembahan dinaikkan kembali saya terus bertanya sampai satu titik TUHAN berkata jelas, “Sampaikan...” Lalu saya maju dan sampaikan hal tersebut.

Kisah Jubah Elia yang Elisa terima membuat hal yang luar biasa dalam hidupnya, dua kali lipat, double porsi Elisa terima dari Elia. Ini bicara Jubah Kesulungan, dalam tradisi Yahudi anak laki-laki sulung berhak mendapat 2 bagian dari Ayahnya, maka ketika Elisa berkata kepada Elia, “Bapa, berikan aku 2/3 bagian dari Rohmu!!!” Itu seperti Elisa berkata, “Berikan aku Jubah Kesulunganmu.” Dan akhirnya heart to heart Elia berikan hal itu, karena apa? Karena hubungan hati, hubungan batin... Elisa bukan saja abdi Elia tapi anak ‘rohani’ dari Elia, juga statusnya sebagai Anak Sulung yang mewarisi apa yang Elia miliki. 

Mengapa harus 2/3 bagian dan mengapa dikatakan Double Portion jika semestinya 2/3 itu satupun tidak genap? Saat saya post foto tentang elia di Instagram salah satu Adik Rohani saya bertanya tentang Double Portion, saat itu TUHAN langsung terangkan apa itu Double Portion.


Berikut perbincangannya (tidak saya bicarakan diKKR)...

·  abrahamsugihartoNice... but Kok 2/3 kak? Bukannya 2x kalau double portion?
·  jehosevrafael.benjaminElisa minta 2 bagian dari roh Elia, dalam terjemahan bahasa inggris itu double portion. Nhah kalau kita bicara tentang sesuatu yang utuh berarti ya 3/3, kalau dua bagian berarti 2/3 aja bukan seluruhnya... nhah itu double portion dek. @abrahamsugiharto
·  abrahamsugihartoMasih nyelami... 😏
·  jehosevrafael.benjaminHaha, ndak papa... ex aku punya emas 1, emasnya itu 3 bagian yang disatukan. Dirimu minta 2 bagian, aku kasih 2, aku masih ada 1 bagian. Itu 2/3, double portion. Ya kurang lebih seperti itu @abrahamsugiharto ^^
·  abrahamsugihartoYg bhs. Indo mengatakan "bagian" aku sudah cek yang bhs. Inggris hampir semua bilang "double portion". Hehe sepahamku double itu dua kali lipat. Org main tenis double berdua... seandainya bagian, pastinya di bahasa inggris ditulis "two third of your spirit" (2/3 dari rohmu)...
·  jehosevrafael.benjaminDalam bahasa Ibrani Double Portion itu Senayim Pi, Senayim itu bisa berarti Double juga Two nah sedangkan Pi itu berarti Portion tapi juga berarti Part. Jadi Double Portion of Your Spirit bisa juga berarti Two Part of Your Spirit. Begitu dek @abrahamsugiharto ^^
·  abrahamsugihartoBendera putih setengah tiang ini kalau sudah ditembak bahasa Ibrani.. haha.. Brarti masih memungkinkan dua kali lipat ya kak? Kan sifat dasar manusia itu "tamak" bahkan dlm hal kerohanian juga, ingin mengalami pengalaman rohani ini dan itu.. Jdi entahlah ya, pemahamanku masih dua kali lipat.. karena Elisa menginginkan lebih dari pelayanan Elia... Dan om PAP pernah bilang mujizat besar yg dilakukan Elisa jumlahnya 16, sedangkan Elia 8? (aku sendiri belum ngitung brapa mujizat besarnya).. diskusi pagi hari ya 😁
·  jehosevrafael.benjaminYa itulah rahasia Ilahi, diskusi pagi haha... Aku seneng kok ada adek yang kritis, buat aku mau ga mau belajar dan gali lebih lagi wkwkwk... Iya, makanya disitu sementara kita tahu 'ia' punya arti double, Double Portion tapi juga Two Part. Sebenarnya Elia Elisa itu kaya Bapak-Anak, ni Anak pengen warisan Bapaknya makanya dia minta, secara nature seorang Bapak pasti ingin Anaknya lebih dari dia walaupun si Anak tidak menginginkannya. Memang Papi pernah kotbah itu ga cuma sekali, nhah rahasianya ada di kata terakhir di 2 Raja-Raja 2:9, yaitu Portion / Part... dimana ada arti lain lagi, Two Edged-Bermata Dua... Jadi ada dua sisi, bermata dua yang keduanya berfungsi. Jadi memang Two Part tapi itu juga berkata Double Portion. @abrahamsugiharto ^^
·  abrahamsugihartoSiap... siap... mantap! 😊

Itulah Jubah yang diberikan, dilemparkan yang berakibat apa yang Elisa lakukan adalah dua kali lipat dari yang Elia lakukan bahkan lebih kuat dan mantap daripada Elia.

Lalu sisi lain pelemparan Jubah dialami oleh Saulus, bagaimana Saulus menjadi begitu keji, begitu kejam dan membantai pengikut-pengikut YESHUA?

Semua berawal dari tragedi Stefanus, saat Stefanus diarajam. Ada hal yang Saulus terima dan itu menjadikan dirinya begitu kejam.

Kita bisa baca di Kisah Para Rasul 7, saya akan berikan sedikit bagian tapi anda bisa baca secara keseluruhan dalam Alkitab anda. 

Kisah Para Rasul 7:55-60 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan ELOHIM dan YESHUA berdiri di sebelah kanan ELOHIM. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan ELOHIM." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya TUHAN YESHUA, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "TUHAN, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

Mari kita perhatikan ayat 58 juga 59, “ Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya... “

Para saksi ini adalah orang-orang yang menyaksikan Stefanus menginjil dan mereka juga yang melempari Stefanus hingga mati. Orang Yahudi disamping memakai Pakaian mereka juga memakai Jubah diluar Pakaian yang mereka pakai, biasanya mereka lepas Jubah mereka ketika mereka akan lari, namun dalam kasus ini mereka lepas Jubah ketika akan merajam Stefanus.

Lihat bahwa Para Saksi itu melepas dan meletakkan Jubah mereka di depan kaki seorang muda bernama Saulus. Dalam terjemahan lain dikatakan mereka melempar jubah kepada Saulus. Jika Elia melempar Jubah kepada Elisa dan Elisa menjadi berkali-kali lipat lebih Ajaib dari elia, maka sebaliknya Para Saksi yang merajam Stefanus dengan sangat Kejam melempar Jubah mereka kepada Saulus dan Saulus berkali-kali lipat menjadi lebih kejam daripada mereka semua. Yang saya percaya bahwa Stefanus saat itu melihat sesuatu dalam hidup Saulus, dan darah martirnya berteriak agar Saulus diselamatkan dan kita tahu akhirnya Saulus menjadi Paulus, seorang Rasul yang luar biasa bagi YESHUA.

Perhatikan apa yang kita pakai, apa yang kita beri kepada orang lain... itu akan sangat berpengaruh.
Satu hal yang adalah inti dari tulisan ini adalah apa yang DIA sampaikan tentang JubahNYA. Dan itu berakibat hingga saat ini, detik ini juga, bahkan sampai detik dimana anda membaca tulisan ini.

Elia memberikan Jubah Kesulungan dengan bentuk Fisik Jubah kepada Elisa namun YESHUA memberikan Jubah KesulunganNYA bukan dengan Jubah Fisik namun dengan Hembusan RohNYA, Roh Kudus lah yang menjadi Jubah Kesulungan dan salah satu WarisanNYA.

Mengapa bukan Jubah FisikNYA?

Yohanes 19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

 

Jawabannya karena Jubah FisikNYA bahkan PakaianNYA sudah dikoyak, sudah dipotong-potong beberapa bagian... jumlah tepatnya 4 Potong. JubahNYA tidak diberikan tapi direnggut paksa dan dipotong-potong dan itu terimpartasi terhadap TubuhNYA di Bumi hingga hari ini.

Memang tertulis hanya dipotong 4 bagian namun dari 4 potongan itu bertambah menjadi lebih dari itu.

Apa yang terjadi? Apa yang terimpartasi?

Ketika saya mengetik semua ini saya menyadari sesuatu, karena JubahNYA dipotong-potong, sampai detik ini TubuhNYA terpecah, Gereja terpecah. Itu pergumulan kita hingga saat ini. Ada 4 bagian besar Gereja yang memperlihatkan bahwa 4 Potongan itu membawa dampak hingga saat ini, TubuhNYA, JubahNYA terpotong menjadi Yudaisme, Katolik, Kekristenan dan “Gereja lain” (yang mengakui YESHUA namun tak mengakui DIA itu TUHAN ex. Saksi Yehuwah). Dan dari ke 4 bagian besar ini tak sedikit juga bagian yang terpecah kembali.

Buat saya ini menyedihkan, kita sebagai gereja TUHAN sadar tak sadar membangun tembok dengan yang lain. Terkadang kita mulai mau membuka diri dan berjalan bersama tapi satu titik terkadang kita masih tidak sadar mempertahankan tembok tersebut. Ini yang perlu kita renungkan, TUHAN YESHUA datang ketika TubuhNYA bersatu dalam Unity, secara keseluruhan...

Bukan hanya jumlah orang-orang percaya non-Israel penuh dan orang Israel juga penuh namun Kepenuhan pengenalan akan DIA yang sejati itulah yang jadi AgendaNYA di hari-hari terakhir ini.

Mari kita Unity, yang sudah mengerti mari bergerak dalam Unity, mungkin engkau dan rekanmu tidak sewarna, tidak seragam dan tidak sekegerakan namun jika kita tahu bahwa semuanya berjalan dalam agenda TUHAN maka mari kita berjalan sesuai jatah, bagian, tugas dan mandat masing-masing kita. Berjalan bersama bukan sendiri-sendiri. Bukankah dalam satu Kegerakan bahkan dalam lingkup terkecil secara keseluruhan, dalam satu Gereja pun ada yang jadi Tangan, ada yang jadi Kaki, ada yang jadi Jari dan itu berbeda-beda pula? Kalau kita tak mengerti kita hanya akan men-cap aneh terhadap orang yang berbeda dengan kita. 

Banyak Hamba-Hamba TUHAN saat ini ketika mereka melayani, mereka tidak membawa Panji Gereja mereka dan hanya membawa Panji KRISTUS, Panji YESHUA saja. Ini bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan ini terjadi di seluruh dunia. YESHUA yang utama... karena Paulus juga melakukan hal yang sama, yang ia beritakan adalah YESHUA bukan Yudaisme, Bukan Gereja, bukan Kehilat, bukan Sinagoga meski ia tetap pegang teguh semua ajaran yang ia terima dan yang YESHUA juga kerjakan selama hidupNYA di bumi karena memang semuanya dari DIA, namun hanya YESHUA yang ia beritakan (kita akan bahas ini dilain kesempatan tentang mengapa banyak hal yang Paulus sampaikan terlihat pro-kontra satu dengan yang lainnya, namun dalam waktu yang DIA ijinkan), begitu juga seharusnya kita. 

Ijinkan saya untuk bagikan apa yang TUHAN percayakan hingga hari ini. Saat ini, 2 tahun terakhir ini TUHAN percayakan Eagle Squad kepada saya dan beberapa rekan saya yang salah satunya adalah kakak rohani yang dulu ketika SMK setia mengejar saya agar saya ikut TUHAN YESHUA namun saya terus lari hingga ketika kami bertemu kembali ia jujur berkata ia sudah sampai pada titik 'menyerah' dengan saya waktu itu. Dan sejujurnya ini adalah kesempatan kedua buat saya di Eagle Squad sebab ketika saya kelas 2 SMK, saya dilimpahi Otoritas untuk memegang Persekutuan tapi ketika waktu Persekutuan selalu saya cancel karena saya lebih mementingkan Pacaran hingga Persekutuan itu hilang, dan vakum. Tapi ketika saya berbalik, saya terus doakan bertahun-tahun kebangkitan Persekutuan itu kembali, saya doling, saya peperangan meski terkadang harus sendiri namun saya tahu ada orang-orang, ada alumni-alumni yang juga berdoa buat Persekutuan ini, dan hingga sampailah TUHAN bangkitkan kembali bahkan dengan Nama Baru yang DIA beri, “Eagle Squad.” Mengapa Eagle, karena kami memang ada di lingkungan TNI AU, Destiny kami Terbang Tinggi, bahkan Lebih Cepat dan Gesit dari Rajawali.

Tidak dipungkiri bahwa semua kebangkitan ini ada hubungannya dengan waktu ketika TUHAN utus saya ke Singapore untuk pertama kalinya, dimana DIA suruh bawa Api Kegerakan Sulung di Singapore, tepatnya di ACS Barker Road, dimana satu Persekutuan yang DIA pakai bernama Eagle Gang membawa Revival bagi Singapore, saya ambil Api itu hanya beberapa bulan sebelum Eagle Squad Lahir “Kembali.” Jadi akhirnya saya mengerti kemudian bahwa Eagle Gang dan Eagle Squad TUHAN buat divine connection seperti Bapa-Anak (Gang ke Squad). Dari Eagle Gang yang bernuansa Methodist TUHAN berikan Api kepada Kami yang bernuansa Campur-Campur. Mengapa? Karena di Eagle Squad, kami yang melayani bukan hanya ada dari satu Gereja saja, kami dari GKKD, GKI, GKJ, GKA, MDC bahkan untuk saya sendiri punya latar belakang GKJ dan GSJA sebelum TUHAN tempatkan di GKKD. Juga untuk yang kami layani bukan hanya Kristen (tentu dari beberapa Denominasi Gereja) saja, namun Katolik, Bahai dari Afrika bahkan Messianic Judaism pun ada. Kami tak pernah bawa label Gereja dan menawarkan bahwa mereka harus ikut Gereja kami, yang kami bawa itu KRISTUS, YESHUA dan satu yang kami rindukan bahwa anak-anak Eagle Squad mengalami TUHAN, mengenal TUHAN, berjalan bersamaNYA sama seperti kami, bahkan lebih dari kami dengan catatan “kami takkan pernah mau tertinggal.” 

Sekali lagi, kerinduanNYA adalah TubuhNYA bersatu... buat saya dalam lingkup pelayanan di Eagle Squad bayarannya cukup mahal, bahkan tanpa AnugerahNYA saya tak kan pernah bisa membayar semuanya bahkan seluruh kamipun sesungguhnya tak bisa membayarnya. Banyak yang harus dipertaruhkan, bahkan yang harus diletakkan untuk setiap kami ketika mulai melayani Eagle Squad hingga hari ini, karena kami tahu mereka adalah Rajawali-Rajawali muda yang tumbuh di lingkungan Tentara dan Penerbang, yang punya Destiny menjadi Penakluk dan iblis takkan pernah diam saja mengenai hal itu, karena mereka, Generasi Yoel yang sangat berbahaya bagi iblis dan jajarannya.

So, ujungnya mari kita Unity sebagai Tubuh KRISTUS... jangan biarkan kita terpecah belah. Jangan biarkan JubahNYA tetap menjadi potongan-potongan, mari sepakat bersamaNYA agar JubahNYA kembali utuh, TubuhNYA utuh dalam Unity, biar kita semua Echad antara satu dengan yang lain sama seperti YESHUA Echad dengan BAPA.

TUHAN YESHUA Memberkati


By HIS Grace,
Joseph Raphael Prima