Pages - Menu

Rabu, 08 Maret 2017

GOD's Watchman in this Final Hour towards Final Fire - Ayin Zayin 5777, 2017



                Banyak dari kita yang belum menyadari benar di jaman apa sebenarnya kita ini hidup, dan untuk apa kita ada di jaman ini, di generasi ini. Kita ini ada di jaman yang sama seperti jaman dimana Nuh hidup. Maka apa yang harus kita lihat dan perhatikan adalah apa-apa saja yang terjadi saat Nuh hidup. Hal ini tercatat dalam Injil Matius 24 ayat 37-3,

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.”

                Sebelum kita masuk lebih dalam lagi, saya ingin setiap kita menyadari, terkhusus bagi para Gembala dan Pendeta. Sejujurnya setiap kita dipanggil sebagai Penjaga, Watchman... inilah alasan mengapa setiap kita harus mau dan bisa membaca jaman. Seorang Penjaga mempunyai tugas yang jelas, berjaga-jaga. Sebab itu juga yang diminta YESHUA kepada murid-muridNYA di malam itu. Mengapa kita perlu berjaga? Agar kita bisa membaca keadaan, membaca apa yang sedang terjadi dan membaca seperti apa jaman yang dimana kita hidup didalamnya. Yehezkiel 33 ayat 1-6 mengatakan tanggung jawab yang cukup jelas tentang apa itu tanggung jawab seorang penjaga.

Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya, kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya. Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu.

Setiap Penjaga itu sudah pasti seorang Prajurit. Saya rasa setiap kita ini harusnya tahu ayat di 2 Timotius 2 ayat 4, ayat ini berkata “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.” Namun ketika saya baca dalam bahasa aslinya saya mendapatkan sesuatu yang lebih dalam lagi, seorang prajurit setiap Prajurit yang sedang berjuang seharusnya tidak pusing dengan urusan-urusan kehidupan agar ia menyenangkan orang yang mendaftarkannya. Siapa kah yang medaftarkan setiap orang menjadi Prajurit? Komandan, siapakah Komandan itu? YESHUA. Ya YESHUA adalah Komandan yang mendaftarkan setiap bangsa-bangsa non Israel untuk masuk ke dalam Keluarga Yakub, Keluarga Israel... tangan kananNYA. Kita tahu bagaimana sepak terjang dari Para Prajurit ELOHIM dalam garis keturunan Set, Shem hingga Keluarga Abraham, Ishak dan Yakub yang berujung kepada Israel dan Gereja.

Setelah kita didaftarkan masuk ke dalam, maka seharusnya kita sadar apa peranan kita didalamnya. Jika anda belum menyadari maka ini waktunya untuk anda menyadari akan hal ini, sebab kita hidup di jaman yang sangat serius. Mengapa penjaga? Mungkin pertanyaan ini masih terngiang ketika anda membaca sampai di baris ini. Kita saat ini berada di tahun 2017, tahun Ayin Zayin 5777. Banyak hal akan terjadi di tahun ini, bahkan tahun 2017 terkoneksi dengan Mazmur 117 yang adalah Pasal terpendek dari seluruh Pasal di Alkitab. Ayin Zayin berarti Mata yang Memandang kepada Pedang, bukankah Kitab Yehezkiel dengan jelas menyatakan bahwa setiap Penjaga harus berjaga-jaga agar setiap saat Pedang itu Datang, Penjaga itu dapat dengan bersegera menyampaikan apa yang ia lihat. Inilah maksud dari Tahun ini, disamping ini Tahun Completion, Tahun Pedang, Tahun Pemotongan, Tahun Kemuliaan, ini adalah Tahun dimana TUHAN dengan sangat serius ingin membangkitkan Para PenjagaNYA.

“Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku.”

                HaleluYAH, Puji TUHAN, Praise GOD!!! Mazmur 117 diawali dan diakhiri oleh pujian kepada TUHAN, HaleluYAH!!! Tahun ini, apapun yang terjadi bersyukurlah dan pujilah DIA. Tidak ada waktu untuk kiita depresi, mengasihani diri sendiri, kecewa bahkan pahit. Tak ada waktu, ingat bahwa tahun ini, Mazmur ini adalah Mazmur terpendek dan semuanya akan berjalan sangatlah cepat melebihi apa yang bisa kita perkirakan. Puji DIA, setiap saat puji DIA dan bersukacitalah apapun keadaan kita, jika engkau bersedih, bersegeralah bangkit dan memuji DIA karena engkau seorang Prajurit. Jika kita katakan tahun ini adalah tahun Pedang maka secara tidak langsung kita juga berkata bahwa tahun ini adalah tahun Perang, maka sudah jelas bagi Para Prajurit dan Penjaga tidak boleh memusingkan diri dengan masalah kehidupan pribadinya karena kita ada di masa peperangan Kerajaan, Masa Peperangan Raja... kita ada dimusim ini.

                 Tahun dimana Nuh hidup bukan hanya ada sex bebas, bukan hanya ada dosa dimana-mana, bukan hanya ada pesta pora, makan sembarangan dan hal-hal yang sudah sering disampaikan di mimbar Gereja. Ada satu hal yang saya sadari, di masa Nuh hidup ada Nephilim. Anak-anak allah hasil perkawinan Malaikat Jatuh dengan para Wanita (manusia). Di masa Nuh hidup banyak hidup manusia hybrid, dan itu juga ada di masa ini. Beberapa tahun belakangan ini aktifitas facilities yang mengembangkan manusia hybrid semakin gencar dalam setiap penelitian dan pengembangan manusia hybrid ini. Jika anda sering melihat video-video yang memunculkan manusia-manusia aneh, sebagian besar dari video itu adalah benar, mereka adalah manusia hybrid yang melarikan diri dari facilities tersebut. Bukankah Hollywood seringkali membuat film mengenai manusia hybrid juga? Jika kita sadar dan peka akan hal ini, kita bisa membaca bahwa film-film itu sebenarnya deklarasi “mereka” bahwa itulah yang sedang mereka kerjakan. Sejujurnya masih sangat banyak hal yang kita belum mengerti...

                Dalam kurun waktu 6000 tahun hanya ada 3 pribadi yang terangkat ke Sorga, pertama Henokh, Elia lalu YESHUA sendiri. Saat 2000 tahun pertama hiduplah Henokh, Kakek Buyut Nuh sendiri. Nama Henokh mempunyai arti Dedikasi atau Orang yang Dipersembahkan, dengan kata lain Henokh mendedikasikan dirinya yang diawali oleh ayahnya, Yared yang mendedikasikan anaknya Henokh kepada TUHAN. Dan seperti itulah hidup Henokh, hidup dengan seluruh hidupnya didedikasikan kepada TUHAN, sebagai Penjaga. Mengapa? Karena apa yang dia dapatkan dari TUHAN selalu dia beritakan, selalu dia sampaikan entah itu teguran, firman maupun pengajaran yang TUHAN berikan karena arti lain dari namanya adalah Guru. Bukankah seorang Penjaga dan Guru sama-sama “membaca” dan menyampaikan apa yang telah ia “baca”? Ya, Henokh adalah Penjaga pertama yang TUHAN bangkitkan. Tepatnya ketika TUHAN memberitahu bahwa Henokh harus memberi nama anaknya, Metusalah yang berarti ‘ketika dia mati penghakiman akan datang.’

                Ada salah satu dari sekian nama TUHAN yang sangat terukir kuat di dalam hati saya, YHVH Makkeh. Ya, TUHAN adalah Pembentukku. Henokh bisa menjalani hidup seperti itu karena ayahnya dan dia bersedia dirinya dibentuk oleh TUHAN secara utuh. Maka dari itu Henokh dikatakan seseorang pertama diantara 10 hingga 20 Generasi Pertama yang tidak dapat dikalahkan oleh maut, ya dialah Generasi ke 7 dari Adam. Henokh mencapai hidup kekal tanpa mengalami maut sama sekali dalam hidupnya, dan jika anda mau anda juga bisa alami hal ini sebab masa inilah waktunya.

                YHVH Makkeh pertama kali diserukan oleh Nabi Yehezkiel, Nabi yang menuliskan tentang apa itu Penjaga di hadapan TUHAN. Sekali lagi, karena Henokh didedikasikan bagi TUHAN maka DIA punya hak penuh untuk membentuk Henokh sesuai mauNYA. Bagaimana Henokh diangkat oleh TUHAN tanpa mengalami kematian adalah sesuatu yang luar biasa, tapi harga yang Henokh bayar juga sangat luar biasa. Semua berawal dari “Henokh bergaul karib dengan TUHAN”, kata bergaul dalam bahasa aslinya adalah yithallek yang juga berarti berjalan, kata itu berasal dari kata kerja halak yang berarti, menjadikan kehendaknya di bawah pengawasan orang lain  dan mengikuti orang tersebut. Siapakah orang itu? Dia adalah TUHAN sendiri.

                Jadi Henokh hidup berjalan bersama TUHAN, sehati denganNYA, bahkan mengambil setiap langkah seutuhnya sesuai dengan kehendakNYA tanpa memikirkan hal-hal yang lainnya – bukankah seorang Prajurit (Penjaga) juga harus memiliki sikap hidup tersebut? Ya, anda sudah membaca hal ini di atas. Dan selama 300 tahun Henokh hidup dengan TUHAN dengan ketetapan Hati yang tidak pernah berubah sampai dia diangkat ke Sorga oleh TUHAN, bagaimana dengan kita?

                Ada 7 orang saksi terangkatnya Henokh ke Sorga, yang pertama Set (857 tahun *anak Adam), Enos (752 tahun), Kenan (662 tahun), Mahalaleel (592 tahun), Yared (527 tahun *ayah Henokh), Metusalah (300 tahun *anak Henokh) dan Lamekh (113 tahun). Mereka ber 7 adalah saksi Generasi ke 7 dari Adam terangkat dan naik ke Sorga tanpa mengalami maut untuk yang pertama kali dalam sejarah dunia. Mereka saksi bagaimana Henokh berani mengajar Firman TUHAN, bagaimana Henokh hidup bersama dengan TUHAN.

Semua bermula dari Set, setelah Kain membunuh Habel maka lahirlah Set sebagai benih Illahi “pengganti” bagi Adam dan Hawa. Nama Set terdiri dari huruf Shin dan Tav, Shin sendiri merepresentasikan pribadi EL SHADDAI, dan Tav berarti Tanda dan Materai. Dengan kata lain Keturunan dari Set ditandai sebagai milik TUHAN, milik EL SHADDAI, maka dari itu Pribadi pertama yang mengunjungi Abraham, Generasi ke 20 dari Adam dan membuat perjanjian dengan Abraham adalah EL SHADDAI. Nama Set sendiri juga punya beberapa arti, diantaranya adalah pengganti, pondasi / dasar dan orang yang ditetapkan. Set ditetapkan menjadi pengganti Habel dan menjadi Pondasi bagi seluruh Keturunan Illahi Adam yang ditandai sebagai MILIK EL SHADDAI.

Kejadian 5 ayat 3 menjelaskan bahwa Set adalah anak yang serupa dan segambar dengan Adam, bukan Kain melainkan Set. Dan Set mewarisi seluruh perjanjian Adam dengan TUHAN dan bukan Kain yang mewarisinya. Selanjutnya Set memiliki anak bernama Enosh,  arti namanya adalah manusia yang lemah dan tidak bisa terhindar dari maut. Sesaat setelah Set menerima warisan dari Adam, termasuk warisan  “maut” karena dosa Adam di Taman Eden lahirlah Enosh baginya. Namun, penyembahan yang benar akan TUHAN juga dimulai di jaman Enosh, sebab Kejadian 4 ayat 26 mengatakan bahwa di waktu itulah, pada jaman Enosh orang-orang mulai memamnggil nama TUHAN.  Dan Enosh ini menjadi model seluruh manusia yang lemah dan tak mampu menyelamatkan dirinya sendiri, keselamatannya hanya diperoleh dengan cara berseru kepada nama TUHAN.

Lalu Enosh memiliki anak yang ia namai Kenan. Mirip dengan frase kata bahasa Indonesia, kenan, perkenanan, dikenan. Kenan berarti milik yang amat besar, dan dia yang memperoleh belas kasihan yang tak terduga. Keselamatan yang kita dapatkan melalui ADONAI YESHUA, RAJA kita semata-mata karena DIA mengasihi kita, belas kasihanNYA yang besar itulah yang membuat kita mendapatkan keselamatan dan hidup yang kekal itu. Dan jangan lupa, lewat hal itu kita adalah milikNYA. Dan Kenan memiliki anak yang bernama Mahalaleel yang berarti Pujian kepada TUHAN, Pujian kepada ELOHIM. Pada zaman itu, seluruh keturunan Set yang saleh hidup dalam keadaan dimana banyak kesengsaraan yang penuh dengan dosa dan kejahatan. Salah satu senjata terkuat dalam peperangan rohani adalah Pujian kepada TUHAN, karena Pujian kepada TUHAN itu menggerakkan kuasa TUHAN sendiri, saat kita memuji namaNYA kekuatan kita bertambah, saat kita menyerukan namaNYa kita diselamatkan dan memperingati  Kasih Karunia itu Kenan memberikan nama Mahalaleel kepada anaknya.

Beberapa waktu berlalu dan Mahalaleel memperanakkan Yared, ayah dari Henokh. Arti nama Yared adalah turun dengan membawa sesuatu dan menaruh sesuatu itu kebawah. Dengan kata lain merendahkan dirinya untuk menaruh hidupnya sebagai sebuah pengabdian penuh kepada TUHAN. Yared ini hidup lebih lama dari bapa-bapa leluhur sebelumnya. Umur panjangnya (terkhusus Metusalah) menandakan Kasih Karunia yang memberikan perpanjangan waktu  sebagai bentuk Kasih TUHAN yang sangat besar dan sifatNYA yang panjang sabar. Karena pengabdiannya maka Yared memberikan, mendedikasikan, mengabdikan anaknya, Henokh kepada TUHAN. Dimana dengan hal ini maka secara tidak langsung Yared mengakui bahwa hanya TUHAN yang memiliki hak kepemilikkan atas anak laki-lakinya serta berharap agar anaknya itu hidup dan menggunakan hidupnya sesuai dengan kehendak TUHAN saja.

Yared memilih menguduskan dan memisahkan anaknya menjadi milik Yang Maha Besar, ia merelakan Henokh dengan penuh kerelaan hati untuk mengabdi kepada TUHAN. Tentang Metusalah, anak dari Henokh ben Set. Karena Metusalah lah maka Henokh dengan pengabdiannya mengabdikan dirinya untuk memberitakan kedatangan Penghakiman TUHAN yang akan datang, bahkan saya yakin Henokh juga menyerukan seruan pertobatan tanpa letih dan bosan kepada seluruh manusia di jaman itu, apapun resiko yang akan ia terima. Mengapa? Karena setiap kali Henokh memanggil nama Metusalah, ia selalu teringat jika anaknya ini nanti mati maka penghakiman TUHAN akan datang. Dan ia tahu bahwa itulah akhir dari jaman itu. Sepanjang hidup Metusalah, sepanjang hidupnya itulah TUHAN telah menunda Air Bah untuk datang. Metusalah banyak menerima warisan dari Henokh, warisan iman, warisan pengabdian, warisan pengajaran dan warisan perjalanan hidup ayahnya itu.

Sampai satu waktu Lamekh lahir bagi Metusalah. Lamekh adalah orang yang memiliki waktu hidup terpendek diantara 10 Generasi pertama. Umurnya hanya 777 tahun saja. Lamekh bukan hanya memiliki Nuh sebagai anaknya, namun sebagaimana bapa-bapa leluhurnya yang juga memperanakkan banyak anak maka Lamekh pun memperanakkan banyak anak. Namun dari sekian banyak anak-anak Lamekh, hanya Nuh sajalah yang tidak membantah ajaran Lamekh dan Metusalah. Yang lainnya mengikuti kejahatan di masa itu dan tidak mau mendengarkan perintah dan firman TUHAN. Mereka menikmati dunia sesuka dan semau mereka sendiri. Bahkan mereka masa bodoh ketika Nuh membangun Bahtera.  Mereka adalah saudara kandung Nuh, tetapi karena mereka tetap semaunya sendiri maka Air Bah lah yang membinasakan mereka semua bersama seluruh orang-orang yang tidak mau mendengarkan peringatan dari Nuh. Satu hal dari Matius 24 ayat 37, jangan menjadi orang-orang bodoh yang mengabaikan firman TUHAN sehingga tertinggal oleh Bahtera Keselamatan sama seperti saudara-saudara kandung Nuh. Nuh mendapatkan sangat banyak pengajaran dan kekaskian hidup dari bapa-bapa leluhurnya, karena Nuh masih hidup semasa dan bertemu dengan semua bapa leluhurnya kecuali 3 orang, Adam, Set dan Henokh. Jadi jelas bahwa warisan yang memperlengkapi Nuh sangatlah lengkap. Dan Nuh hidup semasa dengan 17 Generasi Bapa Leluhur termasuk dirinya sendiri.

Jaman Nuh, jika anda memperhatikan dengan teliti setiap kalimat diatas maka anda akan tahu pattern TUHAN seperti apa. Apa yang harus kita lakukan di jaman Nuh sekarang ini, jaman dimana kita hidup. Kita ini jelas hidup di ujung, di penghujung dari Akhir Jaman. Anda suka atau tidak, kita ada di masa ini. Siap atau tidak, hal “itu” tetap akan datang.  Jika anda tidak berjaga-jaga dan tidak berfungsi seperti yang TUHAN mau, maka anda bisa saja tertinggal oleh Bahtera, atau bisa saya katakan Pengangkatan atau Rapture. Entah anda percaya Pre Tribulation, Mid Tribulation ataupun Post Tribulation Rapture... yang jelas di Final Hour ini kita akan masuk kedalam Final Fire, apakah kita layak masuk kedalam Bahtera atau tidak itu ditentukan bagaimana kita hidup, bagaimana kita berfungsi, apakah kita didapati sebagai Mempelai yang Siap dan Tamu yang Siap? Jika tidak, maka lupakanlah Rapture, ingat yang DIA cari adalah Mempelai yang Dewasa dan bukan Gadis Kecil. Seseorang yang dikatakan Dewasa adalah ia yang sudah teruji.

Kita saat ini ada di waktu perpanjangan, sama seperti jaman Nuh hidup. Tahun 2017, tahun Mazmur terpendek. Saya tidak bicara bahwa Rapture akan terjadi tahun ini, tapi memang tidak akan lama lagi, tapi ini juga berarti bahwa Tribulasi atau Masa Kesusahan Yakub juga tak akan lama lagi datang.

Tahun ini, tepat ditanggal 23 September 2017 awal penggenapan dari Wahyu 12 akan terjadi. Ini pun tanda yang cukup membuat kita serius dengan setiap tanda –tanda langit yang TUHAN berikan setelah tanda Tetrad Bloodmoon disepanjang tahun 2014-2015 yang lalu. Waktu semakin serius, dan urgensi semakin meningkat anda suka atau tidak suka. Sebagai Penjaga, atau minimal anda yang mengaku sebagai Army of GOD, Laskar TUHAN ataupun Prajurit TUHAN harus tahu akan hal ini agar kita bisa lebih berfungsi dengan tepat seperti bagian setiap kita masing-masing.

Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

                Hal ini sudah dimulai sejak 20 November 2016 lalu saat Planet Yupiter masuk (inception)  ke dalam konstelasi Virgo yang adalah seorang perempuan di langit tersebut. Dan akan keluar pada tanggal 9 September 2017, dan Wahyu 12 akan mulai digenapi pada tanggal 23 September 2017. Mari kita lihat Wahyu 12 ayat 6,

Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Elohim, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.

                1260 hari, Ps. Steve Cioccolanti menghitung Bloodmoon pertama dalam rangkaian Tetrad Bloodmoon pada tanggal 15 April 2014 sampai sekitar tanggal 20-22 September 2017 nanti, yaitu saat hari raya Rosh Hashanah dan Yom Teruah maka kita akan dapat angka 1260 hari. Sungguh ini awal dimulainya penggenapan Wahyu 12, dan ini sangat-sangat serius.

                Mengapa sebelumnya saya mengatakan bahwa kita hidup pada waktu perpanjangan? Mari perhatikan, Adam hingga Abraham itu 2000 tahun pertama, Abraham hingga YESHUA 2000 tahun kedua... YESHUA hingga saat ini? 2017 tahun. Perpanjangan sudah mencapai 17 tahun bagi kita. Sama seperti 7 Hari Pertama dimana hari ke 7 adalah hari dimana TUHAN beristirahat dan itulah Shabbat. Mengapa Shabbat sampai sekarang masih belum berubah dan tak pernah dihilangkan oleh TUHAN? Sebab Shabbat adalah blueprint dari Kerajaan Seribu Tahun yang adalah Milenium Ke 7. Dan seharusnya kita sudah masuk ke dalam masa tersebut. Mengapa belum? Karena Anugerah dan Kasih KaruniaNYA kita diberi perpanjangan waktu, sama seperti ketika TUHAN memberikan perpanjangan waktu di jaman Nuh lewat masa hidup Metusalah.

2017 – 5777

5777, 5 berarti Grace dan 777 adalah lambang dari Completion. Maka kita bisa katakan juga tahun ini adalah the Year of Completion. ’17 = ‘777 juga dikatakan sebagai the Year of Messiah bahkan tahun Lembah Yosafat. Begitu seriusnya tahun ini dan tahun-tahun didepan kita. Tanpa kita bergaul karib dengan TUHAN, jaga-jaga dan membaca tanda-tanda jaman maka semua akan terlewat begitu saja. Ketika saya pelajari hidup 10 Generasi Bapa Leluhur yang pertama, saya mendapati sesuatu yang amat aneh dan memberikan kesan yang sangat kuat dalam hati saya lewat kehidupan Metusalah dan Lamekh, tepatnya lewat waktu kematian mereka berdua.

Lamekh hidup hingga berumur 777 Tahun, dan dia mati 5 tahun sebelum air bah datang. Angka kematian Lamekh ada angka 5 tapi juga ada angka 777, 5 dan 777, 5777. Lalu Metusalah mati tepat sebelum air bah datang, dan bisa dikatakan 5 tahun setelah Lamekh mati Metusalah mati dan air bah datang. 5 tahun setelah 777 adalah 782, dan 5 tahun setelah 5777 adalah 5782 yang dengan kata lain adalah tahun 2022. Saya tidak berkata bahwa pasti dunia berakhir tahun itu, tapi ini salah satu dari membaca jaman, membaca setiap tanda yang TUHAN berikan. Dan semua ini bisa membuat kita lebih BOLD  untuk menjalani mandat dan tugas setiap kita. Jika kita lihat dari event 23 September 2017, teknologi Mikrochip 666 yang semakin canggih bahkan Bait Suci ke 3 yang sedang dibangun maka kita tahu URGENSI semakin meningkat hari demi hari. Kita tidak hidup ‘sendiri’ dan ingat, kita hidup di jaman seperti jaman Nuh hidup.

Kita semakin dekat dengan tahun 2018 – 5778, Ayin Chet bisa berarti Tahun Perkawinan, karena huruf Chet itu gabungan antara Vav dan Zayin dengan Chuppah diatas kedua huruf itu. Dengan kata lain Pria dan Wanita dengan TUHAN sebagai Tudung keduanya. Hubungan antara BAPA, Mempelai Laki-Laki dan Mempelai Perempuan semakin dipertegas di tahun ini. Namun, tahun 2018 juga terkoneksi dengan Mazmur 118.

5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan. 10 Segala bangsa mengelilingi aku--demi nama TUHAN, sesungguhnya aku pukul mereka mundur.

14 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku; Ia telah menjadi keselamatanku. 17 Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. 18 TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.

Mazmur 118 bicara tentang Mazmur Tribulasi, The Tribulation Psalm atau the Jacob’s Trouble Psalm. Tapi di ayat 24 kita akan mengetahui bahwa selain The Tribulation Psalm, Mazmur 118 ini adalah Mazmur Keselamatan, The Salvation Psalm yang dimana ayat 24 ini terkoneksi dengan Lukas 13 ayat 35.

Di tahun 2019 – 5779 dari Mazmur 119 akan lebih tegas lagi menyatakan fungsi dari seorang Penjaga di hadapan TUHAN sebab di ayat 66, 108, 122, 160 dan 162 semua berkata tentang Peniupan Sangkakala dan kita tahu saat kita berseru-seru mengabarkan apa yang kita lihat sebagai Penjaga, menyerukan seruan pertobatan, menyerukan pesan penghakiman dari TUHAN saat itu kita sedang meniupkan Sangkakala kita, tak peduli anda adalah Shofarist (Peniup Sangkakala) atau bukan.

Masih banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan dikesempatan kali ini, tapi saya berdoa agar seluruh hal ini membangunkan anda, don’t sleep but be a watchman of the LORD GOD. Semuanya akan semakin serius didepan kita, jika kita tidak semakin serius, kita akan tertinggal... it’s  our time. Dalam garis keturunan Kain dan Set sama-sama ada orang bernama Henokh, Henokh ben Set kita tahu seperti apa dia, namun Henokh ben Kain adalah orang yang didedikasikan kepada Humanisme, kepada Kekayaan, kepada hal-hal Duniawi dan yang Jahat bahkan kesuksesan humanistik bagi keluarganya sebab Henokh ben Kain adalah anak laki-laki pertama Kain setelah dia pergi dari hadapan TUHAN. Bahkan nama Henokh ben Kain dijadikan oleh Kain untuk Kota yang Kain bangun dengan tujuan memamerkan benteng Humanisme dari manusia yang telah meninggalkan TUHAN.

Jika Henokh ben Set adalah seorang Guru yang mengajarkan bagaimana hidup dengan TUHAN, Kesetiaan dan mengabdi padaNYA, maka Henokh ben Kain adalah seorang Guru yang mengajarkan ketidakpercayaan, pengkhianatan dan pemberontakan kepada TUHAN.

Akhir kata, kepada siapakah kita mengabdi? Setelah kita menjawab secara pribadi maka berikan pertanyaan terakhir ini pada diri kita masing-masing, “Apakah aku sudah benar-benar mengabdikan diriku kepada TUHAN?”



By HIS Grace, Love and Oath
Joseph Raphael Prima

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, YESHUA HaMelekh!

Rabu, 07 Desember 2016

" Cara Pikir Ular " - Pasangan Sepadan 1 | Ayin Zayin 5777


 

Kira-kira pukul dua pagi beberapa tahun lalu, seorang gadis cantik yang sedang menginap di rumah saya mengetuk pintu kamar saya. Ia baru pulang dari kencang dan ingin bicara dengan saya. Duduk di tepi ranjang, dia mengatakan keinginannya untuk menikahi seorang pria yang tampan dan kaya. Ini bukan pria yang baru ia kencani. Pria yang ia kencani cukup baik – seorang Kristen, tampan, menarik, “cukup keren,” tetapi tidak kaya.

            “Apa yang paling kau inginkan lebih dari segalanya dalam hidup?” tanya saya. “Pilihan TUHAN atau pilihanmu sendiri?”

            “Pilihan TUHAN, tentu saja.”

            “Bagaimana jika DIA memilihkan bagimu seorang laki-laki yang miskin dan sederhana?”

            “Oh, tetapi DIA tidak akan melakukannya!”

            “Mengapa tidak?”

            “Karena DIA mengasihi saya.”

            “Oh, begitu. Berarti DIA akan memberikan laki-laki miskin dan sederhana kepada perempuan yang tidak DIA kasihi?”

            “Tetapi...”

            “Atau, pikirkan ini, apakah DIA mengasihi laki-laki yang miskin dan sederhana ini? Jika demikian, akankah DIA memberikan kepada laki-laki ini perempuan yang buruk rupa? Atau akankah DIA memberikan yang cantik?”

            “Oh, tolonglah...”

            “Kau mengatakan kau menginginkan pilihan TUHAN, Jane, dan pilihan TUHAN melibatkan rencana-NYA bagi seluruh semesta – seluruh atom, seluruh dunia, seluruh manusia, cantik dan buruk rupa, kaya dan miskin. DIA merancang sebuah pola yang rumit untuk kebaikan, dan sebagian dari pola itu mungkin berarti memberikan seseorang gadis yang cantik untuk laki-laki yang sederhana. Mungkin seorang laki-laki yang tidak memiliki uang atau tampan sedang berdoa kepada TUHAN untuk memberikanmu kepadanya. Bagaimana?”

            “Ini terlalu rumit bagi saya. Saya sudah berdoa untuk kehendak-NYA, dan saya berdoa untuk suami yang kaya dan tampan, dan itulah yang akan saya dapatkan karena YESUS mengasihi saya dan YESUS ingin saya bahagia.”

            “Jadi jika kau tidak mendapatkannya, apakah itu membuktikan bahwa TUHAN tidak mengasihimu?”

            Mata yang biru itu dipenuhi air mata. “Tidakkah DIA ingin saya bahagia?” (Saya mendengar gaung suara Hawa di Taman Eden.)

            “Yang paling DIA inginkan adalah supaya kau menjadi kudus.”

            Kalau begitu berwajah muram dan sedih. Itukah yang TUHAN inginkan? Apakah itu artinya kudus?”

            “Tidak, tidak harus seperti itu. Bahkan tidak bisa seperti itu. Kekudusan yang sejati tidak mungkin berwajah muram dan sedih, Jane. Kekudusan berarti ‘keutuhan,’ Akar katanya sama dengan kuat – kau tahu, kuat dan besar. Sehat. Puas.”

            “Itu artinya bahagia, kan?”

            “Iya. Masalahnya muncul ketika kita memutuskan apa yang akan membahagiakan kita. Jika kita tidak mendapatkan seperti yang kita inginkan, maka TUHAN tidak mencintai kita. Kita merayap dalam rawa ‘mengasihani diri karena TUHAN membenci saya’.”

            Tetapi Anda baru saja mengatkan DIA ingin kita bahagia. DIA pasti ingi memberikan apa yang kita inginkan, bukan? Maksud saya, pemberian yang beralasan.”

            “DIA ingin Adam dan Hawa bahagia tetapi DIA tidak mau memberikan segala yang mereka inginkan. DIA tahu itu akan menjadi kematian bagi mereka. Maka mereka marah dan memutuskan bahwa TUHAN tidak mencintai mereka dan pelit ketika DIA memberi tahu mereka untuk tidak menyentuh buah itu. Bagaimana mungkin DIA mengasihi mereka jika DIA tidak membiarkan mereka memiliki buah itu? Mereka lebih mempercayai cara pikir ular daripada TUHAN.”

            Secarik kertas diberikan kepada saya di sebuah seminar, dan pertanyaan ini tertulis di atasnya: “Apakah yang Anda lakukan ketika Anda merasa Anda telah mencapai satu titik di mana status membujang Anda tampaknya tidak lagi cukup untuk Anda bisa mengalami pertumbuhan pribadi yang mendalam? Berapa lama Anda akan bertahan?”

            Untung saya tidak sedang berada di mimbar ketika pertanyaan itu tiba. Saya mungkin terbahak-bahak. Timbul keinginan untuk memberikan jawaban iseng: “Tiga hari lagi, Anda keluar ke jalan dan minta seseorang menikahi Anda, atau gantung diri Anda.”

            Tetapi tentu saja hal itu tidak saya katakan. Hal yang terpenting dari pertanyaan itu adalah frase “tidak lagi cukup untuk Anda bisa mengalami pertumbuhan pribadi yang mendalam.” Apakah itu arti membujang? Apakah berarti dalam pernikahan dan hanya untuk perkawinan merupakan status yang mencukupi untuk pertumbuhan pribadi yang mendalam? Lalu bagaimana YESUS bisa melewatinya sebagai seorang bujangan?

            Saya kuatir ular telah berbicara kepada orang tersebut. Ia mengendap-endap dan berbisik, “TUHAN itu kikir. DIA menggantungkan buah yang indah, yang disebut pernikahan, di hadapan matamu dan tidak membiarkanmu memilikinya. DIA tidak memberikan satu-satunya yang engkau butuhkan untuk pertumbuhan pribadi yang mendalam, satu-satunya hal di seluruh dunia yang akan menyelesaikan seluruh masalahmu dan yang membuatmu bahagia.”

Passion and Purity, Bab 6 – Cara Pikir Ular | Elisabeth Elliot, 1984
~ To be Continue ~


~ Pilihanmu jatuh pada Cara Pikir Ular atau Cara Pikir TUHAN? ~