Pages - Menu

Rabu, 16 Maret 2016

Tribute to Ps. Petrus Agung Purnomo




Tribute to my Papi, my Teacher, Ps. Petrus Agung Purnomo

Dalam perjalanan dan pengabdiannya Elisa tak pernah berkeinginan sedikitpun menjadi seperti Elia, begitu pula dengan Yosua dengan Musa. Elisa dan Yosua mengerti mereka punya Destiny sendiri, namun sebagai abdi, sebagai pelayan seorang hamba TUHAN, sebagai murid hamba TUHAN bahkan sebagai "anak" Elia dan Musa mereka tahu, di suatu titik, di suatu waktu akan tiba waktunya mereka mewarisi apa yang Tuan mereka miliki dan mereka lanjutkan serta tuntaskan semuanya.

Mereka punya warna yang sama dengan Pemimpin dan Ayah mereka, tapi Elisa bukanlah Elia dan Yosua bukanlah Musa.

Mereka mewarisi yang mereka butuhkan, yang sesuai dengan jatah juga bagian mereka, sesuai dengan Destiny juga Calling mereka. Elisa bisa disebut The Next Elia, Yosua bisa disebut The Next Musa namun sekali lagi Elisa bukanlah Elia dan Yosua bukanlah Musa.

Sejarah mencatat, setelah mereka mewarisi setiap warisan rohani, urapan, karunia, hikmat bahkan tugas juga mandat, Elisa dan Yosua mengerjakan berkali-kali lipat dari apa yang Ayah mereka kerjakan semasa mereka hidup.

" Elia sedang bersiap melemparkan Jubahnya kepada Elisa "

Bukankah TUHAN YESUS juga berkata, "Kalian akan melakukan hal yang lebih besar dari yang AKU lakukan."

Saya memang bukan orang yang mengenal Papi dengan dekat, bahkan beliau tidak mengenal saya tapi saya tahu TUHAN YESUS mengenal saya dan beliau sekarang bersama DIA. Bahkan pertemuan awal saya melihat Papi ketika dia datang ke Gereja saya, saya melihat pakaian yang ia gunakan begitu simpel, jauh dari kesan mewah namun sesuatu membuatnya terlihat berbeda. Saya tak tahu siapa dia sebenarnya, saya hanya tahu "beliau Pendeta tamu." Mungkin banyak dari kita yang tidak dikenal beliau semasa hidupnya. Tapi itu bukan masalah, buat saya... saya sadar dia adalah Papi, Ayah yang buat saya lebih masuk kepada kedalaman, kepada setiap rahasia, yang secara tidak langsung membuat saya ingin mengerti rahasia-rahasia yang ada di dalam Firman TUHAN.

Bagaimanapun, dia adalah Papi saya.

Seperti Elisa dan Yosua, saya bukanlah Papi Agung... tapi saya tahu saya mewarisi sedikit banyak yang beliau miliki bahkan bukan cuma saya, banyak dari kita mewarisi dari dia, yang paling penting mewarisi hatinya, hati yang cinta TUHAN lebih dari apapun, hati yang bersedia TUHAN gunakan sebagai apapun, hati yang rela dalam setiap didikan TUHAN dan hal lainnya.

Ada satu pernyataan Papi Agung, yang masih saya pegang sampai saat ini yang saya tidak menyangka bahwa itu adalah kata-kata untuk seluruh Pewarisnya.

" TUHAN YESUS pernah berkata biarkan anak-anak itu datang kepadaKU. Saya percaya anak-anak kita merupakan ujung tombak dari sebuah Lawatan yang besar.Apa yang orangtuanya tidak bisa selesaikan, anak-anak kita akan sanggup menyelesaikan. Inilah Generasi yang Terakhir, Generasi yang Tak Terhentikan, Generasi yang tak diduga oleh iblis dan dunia.. tapi justru kekuatan terdahsyat TUHAN. Anak-anak diurapi, memuliakan TUHAN, menyatakan kebenaran dalam keluguan, kepolosan mereka, kemurnian mereka. Nama TUHAN dipermuliakan."

 
" Musa mengurapi Yosua untuk menggantikannya "

Elisa dan Yosua adalah Generasi yang tidak Terhentikan, Elia terhenti oleh Isebel, Musa terhenti oleh kemarahannya yang buat ia tak bisa masuk Tanah Perjanjian... namun Elisa dan Yosua berbeda, mereka selesaikan dengan tuntas, dengan kuat sampai akhir hidupnya. Jika Papi bisa selesaikan semua yang jadi bagiannya karena saya percaya Papi juga adalah seorang Elisa dan Yosua, yang akhirnya bertindak dan mengambil posisi sebagai Elia dan Musa yang mengestafetkan semua kepada kita.

Ini waktunya Generasi Elisa dan Yosua bangkit untuk melanjutkan serta menyelesaikan semuanya.

Are you ready Guys??!!

Go and Blast Off, Flying Higher Than Ever!!!

TUHAN YESUS Memberkati....

Salam Kasih,
Joseph Raphael Prima

My declaration, My Faith Words



Tidak ada komentar:

Posting Komentar