Pages - Menu

Senin, 05 Oktober 2015

Pasangan Sepadan (1)

Kejadian 2:18 YHVH Elohim berfirman,”Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong yang sepadan baginya.

Dalam salah satu terjemahan bahasa Inggris dari bahasa Ibrani dikatakan, “Corresponding to himself”, yang berarti sang wanita terhubung/tersambung dengan sang pria.
Namun arti dari bahasa Ibrani yang tepat untuk kata "Sepadan" di ayat tersebut adalah "Berlawanan dengan dia." Dengan kata lain berlawanan satu sama lain.

Sampai saat ini kebanyakan dari kita melihat "Kesepadanan" ini sebagai suatu kesamaan, iman sama, posisi/level entah di sekuler atau rohani sama, kepintaran sama dan banyak hal yang menjadi kesamaan lainnya. Kebanyakan dari kita mencari Pasangan yang 'cocok' dengan diri kita.
Mengapa TUHAN memakai kata "Sepadan" yang artinya "Berlawanan" ? Pertama kalau itu yang menjadi pertanyaan kita, saat itu kita melihat Kesepadanan dari Point View kita sendiri, yang menjadikan banyak dari orang dunia bahkan saudara kita sendiri pun bercerai karena alasan "Sudah tidak Cocok", "Salah Pilih" dll. Well secara 'dunia' bisa dibenarkan, namun secara GOD's View itu Salah Total!!! Kedua, Kesepadanan hanya bisa kita lihat dengan benar jika kita mulai meminta Pandangan TUHAN akan Kesepadanan di MataNYA.

"" Yang berlawanan jika disatukan oleh Elohim akan menghasilkan mujizat - Ps. Larry Huch ""
Yang berlawanan, bisa kita artikan antara Pria-Wanita maka dari itu seharusnya Pria menikahi Wanita, bukan Pria menikahi Pria ataupun Wanita menikahi Wanita, itu bukan Desain TUHAN atas Pernikahan maupun Psangan Sepadan.

Namun arti lain dari "Yang Berlawanan" bisa kita katakan, masing-masing punya kekuatan dan kelemahan yang akan saling menutupi satu sama lain dan bukannya memiliki kekuatan yang sama agar makin kuat.

Selanjutnya karena "Berlawanan" maka ada suatu atau beberapa hal yang membuat bentrokan di antara keduanya, namun itu bagus karena "Manusia Menajamkan Sesamanya", berdua bisa menjadi Mitra dalam Proses secara Pribadi maupun Keluarga. Menjadi tajam setajam Anak Panah di tangan Sang PAHLAWAN Agung.

Contoh :

# 1. Garam, kita adalah Garam Bumi (Arti asli dari Garam Dunia), Garam memiliki dua unsur zat yang bersatu, menyatu atau bisa kita katakan disatukan oleh TUHAN. Garam terdiri dari Sodium dan Klorin, keduanya adalah zat beracun yang merusak dan mematikan jika mereka berdiri sendiri-sendiri. Ketika mereka " Disatukan" maka yang buruk, racun itu diubah TUHAN menjadi Berkat bagi dirinya yang membuat dirinya tidak lagi menjadi Perusak namun menjadi Pemberi Rasa, juga menjadi Berkat bagi setiap orang yang menikmatinya. Ketika keduanya menyatu mereka merupakan sesuatu yang Fenomenal dan memberi Kehidupan, dialah Garam, kitalah Garam Bumi (lihat Rahasia Garam Dunia yang adalah Garam Bumi.

# 2. Salah satu Patriach kita, Bapa Ishak ben Abraham (Yitzhak) juga merupakan seorang yang sangat berlawanan dengan Ribka, mau dilihat dari Status, Ekonomi maupun Rohani. Secara Status, Ishak anak Abraham, seorang yang kepadanya TUHAN adakan Perjanjian Kekal meskipun Ribka juga masih ada hubungan Family dengan Abraham. Lalu Secara Ekonomi, jelas Abraham adalah orang kaya, sangat kaya melebihi orang tua Ribka, dan secara Rohani, Ishak yang sudah menempuh didikan dan proses dari TUHAN dan Ayahnya sudah sangat jelas berada jauh diatas Ribka. Bahkan status Ishak sebagai "Anak Perjanjian" pun sudah mengungguli status Ribka, bahkan Ishak pun sudah "Lulus" menyandang Gelar pertamanya, "Anak Perjanjian" yang dimana dia rela dan hineni apapun yang harus dia alami dan bayar, seorang Anak Perjanjian harus Rela diperlakukan seperti apapun oleh TUHAN. Terlihat kejam, namun inilah kenyataannya, ketika TUHAN minta Ishak dikorbankan, saya pikir Ishak sudah tahu di detik dia di tidurkan di Mezbah bakaran, Ishak tidak mengeluh, mempertanyakan lebih lanjut atapun memberontak, dan disitulah dia Lulus menyandang Gelar "Anak Perjanjian." Kejadian yang memperlihatkan bahwa level Ishak jauh di atas Ribka adalah ketika keduanya bertemu untuk pertama kali, "Ribka turun dari untanya..." didalam terjemahan yang kita miliki tertulis seperti itu, namun dalam bahsa Ibrani, kata itu adalah "Ribka terjatuh dari untanya..." karena Ribka tidak kuat melihat pancaran Kemuliaan Elohim yang terpancar di wajah Ishak.

Ishak mendapatkan Pasangannya dari TUHAN, Pure, Murni dan dia tidak mencari-cari sendiri, tidak mencari yang cocok, tidak mencari yang sesuai dengan tipenya, namun dia memilih untuk menerima siapa yang dipilih TUHAN untuk dirinya, biarkan TUHAN memberikan, mengantar siapapun yang sudah DIA tetapkan, belajarlah dari Bapa kita, Bapa Ishak terlebih dari itu lihat dan perhatikanlah Hati BAPA di Sorga.

Shalom,

Salam Kasih
Joseph Raphael Prima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar