Pages - Menu

Rabu, 14 November 2012

6 Panggilan TUHAN





 Introduksi
Keenam jenis panggilan adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.

Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam & terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." - Kejadian 1:26



- RAJA



"Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu." - Amsal 25:2

"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini." - Amsal 21:1

"Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu." - 1 Petrus 5:3

"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya." - Wahyu 3:21

"Karena aku (hikmat) para raja memerintah, dan para pembesar menetapkan keadilan." - Amsal 8:15

"Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah." - Amsal 14:28

"Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja." - Amsal 22:11

"Keputusan dari Allah ada di bibir raja, kalau ia mengadili mulutnya tidak berbuat salah." - Amsal 16:10

"Wajah raja yang bercahaya memberi hidup dan kebaikannya seperti awan hujan musim semi." - Amsal 16:15

"Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: 'Apakah yang baginda buat?'" - Pengkotbah 8:4

Definisi Singkat
Panggilan Raja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Raja dan Teladan dalam sebuah komunitas pelayanan. Panggilan dengan kandungan hikmat, pengertian, dan nasihat yang terkaya, melebihi kelima jenis panggilan lainnya. Menggambarkan secara lengkap kemuliaan dari tujuan Tuhan yang semula.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Salomo bin Daud; raja-raja Yehuda, raja-raja Israel

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Raja adalah seorang yang kharismatis, visioner - mampu mengenali sebuah potensi yang bahkan masih tersembunyi bagi kebanyakan orang namun terlihat jelas baginya - entah itu dalam diri seseorang maupun atas suatu perkara lainnya (potensi alam, potensi bisnis, dan sebagainya), strategik & terencana, hati & pikirannya bijaksana, berwawasan luas dan sangat siap atas berbagai kemungkinan dalam berbagai perkara. Karena tipe Raja yang gemar menyelidiki segala sesuatu maka tidak ada sesuatu yang mengherankan maupun sesuatu yang baru baginya.

Kharisma dan segala kekayaan batiniah bawaannya menyebabkan Raja secara natural mulai memimpin orang-orang di sekitarnya, mulai dari komunitas yang kecil hingga komunitas yang lebih besar. Hikmat dan pengertian sudah seperti tertanam di dalam dirinya sejak lahir.

Cara Raja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Raja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, hati hamba (Hineni), rendah hati, murah hati, mudah mengampuni, menghargai dengan benar hal-hal yang bahkan kelihatan remeh atau kecil, memiliki kepedulian di atas rata-rata, memiliki kewaspadaan di atas rata-rata. Raja adalah panggilan yang pada destiny-nya akan memiliki segalanya dan jatahnya yang terbesar dibanding kelima panggilan lainnya, itulah sebabnya tuntutannya juga paling besar. Kuasa & kuasa perkataan Raja, pada level tertentu, sangat menetukan segala sesuatunya. Ketika Tentara harus tampil di garis depan, maka Raja tampil di atas dan juga di bawah. Raja adalah perencana yang terlaksana, sementara Tentara adalah pelaksana yang terencana.

Panggilan Raja ini sebenarnya sangat menjebak, harus dibedakan antara Panggilan Raja dengan Level Raja. Orang yang memiliki panggilan Raja belum tentu seorang Raja, namun orang yang mencapai Level Raja - apapun panggilannya - dialah yang dapat disebut Raja-Raja muda-Nya. Jadi sangat diharapkan bahwa Gereja dan orang-orang percaya tidak salah dalam panggilannya. Sebagai gambaran umum, komposisi masing-masing panggilan dalam suatu komunitas pelayan adalah sebagai berikut, Pilar 1-3%, Imam 4-6%, Pekerja 48-52%, Tentara 30-35%, Raja 4-6%, dan Mempelai 4-6%. Dengan demikian mayoritas tugas gereja adalah bekerja dan berperang sedangkan tugas keimaman, kepemimpinan dan yang lainnya adalah minoritas yang harus dikerjakan sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna.

"Ambisi" seorang Raja adalah menguasai sebanyak dan seluas mungkin segala sesuatunya untuk dikelola secara benar sesuai dengan kehendak Kristus, membawa kedamaian dan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat yang dipercayakan kepadanya untuk dipimpin olehnya.
Raja Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Raja (panggilan utamanya BUKAN Raja) dapat memanfaatkan kekuatan Raja dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Mempelai yang tugasnya tampil kudus, cantik dan indah untuk memperoleh perkenanan Tuhan, dengan Raja sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Mempelainya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Raja yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka kekudusan, keintiman, perkenanan dan berbagai berkat rohani & jasmani dalam hidupnya akan semakin bertambah.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Pekerja, maka kepercayaan, pekerjaan-pekerjaan, kesempatan-kesempatan, tanggung jawab, skill, hikmat dan berkat-berkat jasmani akan makin ditambahkan.

Raja Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Raja lemah atau terlemah, maka sangat dibutuhkan hikmat, pengertian dan pewahyuan melalui perenungan dan penyelidikan akan Firman Allah yang hidup. Biasanya orang tersebut malas dan merasa cukup untuk memperoleh rhema dari kotbah-kotbah secara reguler, padahal ia sering merasa butuh tambahan pengetahuan dan jawaban ketika ia menghadapi berbagai masalah baik dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Raja 
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Raja-Raja muda di bawah kehendak Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Raja setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.



 

  






- MEMPELAI



"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu." - Yesaya 62:5

"Tiap-tiap kali seorang gadis mendapat giliran untuk masuk menghadap raja Ahasyweros, dan sebelumnya ia dirawat menurut peraturan bagi para perempuan selama dua belas bulan, sebab seluruh waktu itu digunakan untuk pemakaian wangi-wangian: enam bulan untuk memakai minyak mur dan enam bulan lagi untuk memakai minyak kasai serta lain-lain wangi-wangian perempuan." - Ester 2:12

"Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti." - Ester 2:17

"Jikalau hamba mendapat kasih raja, dan jikalau baik pada pemandangan raja mengabulkan permintaan serta memenuhi keinginan hamba ... " - Ester 5:8a

"Jikalau baik pada pemandangan raja dan jikalau hamba mendapat kasih raja, dan hal ini kiranya dipandang benar oleh raja dan raja berkenan kepada hamba, maka hendaklah ... " - Ester 8:5a


Definisi Singkat
Panggilan Mempelai adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Mempelai atau Kekasih dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia dituntut mampu memikat hati Tuhan dan memperoleh perkenanan Tuhan dengan kekudusan dan keindahan yang bahkan bisa ditampilkan di atas panggung dunia.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Ratu Ester, Maria - Saudari dari Marta dan Lazarus, Rasul Yohanes, Gereja - Umat Tuhan secara korporat.

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Mempelai adalah seorang yang mengejar hati Tuhan dengan kekudusan, menantikan kehendak dan keputusan dengan setia, memperlakukan Tuhan dengan keintiman yang penuh keindahan, romansa, afeksi dan gairah. Seorang Mempelai memiliki kesukaan untuk diam di bawah kaki Tuhan dan piawai dalam melayani sisi keallahan Tuhan Yesus, sementara Pekerja piawai dalam melayani sisi kemanusiaan Tuhan Yesus. Dalam hal kekudusan dan hidup kudus, seorang Mempelai dikenal tidak berkompromi. Hal ini berbeda dengan seorang Raja yang karena kebijaksanaan dan kayanya pertimbangan dalam dirinya sehingga terkesan lebih berkompromi.

Mempelai sepertinya sejak awal dirancang untuk hidup kudus di atas rata-rata, menyukai keindahan dan seni juga di atas rata-rata, dan memahami dengan sepenuhnya hak dan kewajibannya sehingga dapat memperoleh perkenanan dengan legalitas yang sah.

Cara Mempelai Memperoleh Perkenan Tuhan
Seorang Mempelai memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan kekudusan dan keintiman yang lebih dari rata-rata. Perkenanan Tuhan adalah segalanya bagi Mempelai, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan semata-mata untuk memikat hati Raja di atas segala raja, persis seperti seorang kekasih atau seorang isteri yang hendak menyukakan hati suaminya. "Ambisi" seorang Mempelai adalah memperoleh perkenanan Tuhan secara utuh dan memikat hati Tuhan dengan penampilannya yang indah sempurna sehingga dapat dianggap pantas menjadi kebanggaan Tuhan sendiri.
Mempelai Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Mempelai (panggilan utamanya BUKAN Mempelai) dapat memanfaatkan kekuatan Mempelai dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Pilar yang tugasnya membangun dan menjadi penopang bagi kelima panggilan lainnya di hadapan Tuhan, dengan Mempelai sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Pilarnya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Mempelai yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka iman, kesetiaan, daya tahan, hikmat dan kekayaan rohani dan jasmani serta keintiman dengan Tuhan akan semakin bertambah.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Tentara, maka kepekaan, kecerdasan rohani, karunia-karunia, senjata-senjata, kenaikan pangkat dan kekayaan jasmaninya akan makin ditambahkan.

Mempelai Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Mempelai lemah atau terlemah, maka sangat dibutuhkan kemauan keras dan pemaksaan untuk rela hidup lebih kudus, lebih bergairah terhadap Kristus, tampil indah dalam kesempurnaan di hadapan Allah. Biasanya orang tersebut sulit menjaga kekudusan, sulit hidup kudus, sulit untuk diminta berpuasa, malas untuk tampil lebih baik apalagi tampil sempurna sesuai yang diminta Tuhan dalam hidupnya. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Mempelai
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Mempelai Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Mempelai setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.


- IMAM



Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. - Ibrani 2:17

Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. - Ibrani 4:15

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. - 1 Petrus 2:9-10


Definisi Singkat
Panggilan Imam adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Imam atau Juru Damai dalam sebuah komunitas pelayanan. Ia bersedia berlutut di hadapan Allah dan manusia supaya belas kasihan Tuhan diturunkan dan murka Allah dilewatkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Anak Manusia - Kristus Yesus Tuhan, Imam Besar Harun, Samuel bin Elkana, Nehemia, Ezra, para abdi Allah dan imam-imam lain.

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Imam adalah cenderung manusiawi (nilai perikemanusiaan yang lebih dari rata-rata), lebih peduli dan berbelas kasihan terhadap orang lain, paling mudah mengampuni dan rela berkorban di hadapan Allah dan orang lain. Yesus Kristus sebagai Anak Manusia yang akhirnya harus mati di atas kayu salib adalah contoh yang sempurna. Seorang Imam, pada level yang sama, mengenal Hati Bapa lebih daripada kelima panggilan lainnya. Ia juga mampu mengenali penderitaan orang lain melalui sudut pandang Hati Bapa tersebut. Kekuatannya adalah belas kasihan dan roh pengertian yang besar dalam hatinya.

Cara Imam Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Imam memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Hati Bapa, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu memandang kemanusiawian Gereja dari sudut pandang keilahian Tuhan dengan tepat. "Ambisi" seorang Imam adalah mendapati bahwa belas kasihan, pengampunan, pertobatan dan keselamatan yang dari Allah tergenapi atas kaum dan bangsanya sekaligus dijauhkan dari cawan murka Allah.

Imam Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Imam (panggilan utamanya BUKAN Imam) dapat memanfaatkan kekuatan Imam dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Pekerja yang tugasnya adalah dengan giat dan kerja keras menyediakan pra-sarana dan sarana bagi misi Kerajaan Allah dalam berbagai bidang dan level, dengan Imam sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Pekerjanya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Imam yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka tanggung jawab, pekerjaan, skill, upah dan teritori yang berkaitan dengan pekerjaannya akan semakin ditambahkan dan diperluas.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Mempelai, maka kerinduan, keintiman, perkenanan, roh takut akan Allah dan kekudusan dalam hidupnya akan terus meningkat.

Imam Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Imam lemah atau terlemah, maka sangat dibutuhkan pengenalan akan Hati Bapa lebih dalam lagi, roh belas kasihan dan kerelaan menderita seperti Domba Kristus. Biasanya orang tersebut kurang memiliki belas kasihan, lebih sulit mengampuni, tegas bahkan kadang cenderung kejam. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Imam
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Imam Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Imam setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.

- PILAR / SOKOGURU



"Dengarlah kepada kami, tuanku. Tuanku ini seorang raja agung di tengah-tengah kami; jadi kuburkanlah isterimu yang mati itu dalam kuburan kami yang terpilih, tidak akan ada seorangpun dari kami yang menolak menyediakan kuburannya bagimu untuk menguburkan isterimu yang mati itu." - Perkataan Bani Het kepada Abraham, 2.000 tahun SM - Kejadian 23:6

"Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru." - Wahyu 3:12

"Kamilah menjadi saksi. TUHAN kiranya membuat perempuan yang akan masuk ke rumahmu itu sama seperti Rahel dan Lea, yang keduanya telah membangunkan umat Israel. Biarlah engkau menjadi makmur di Efrata dan biarlah namamu termasyhur di Betlehem, keturunanmu kiranya menjadi seperti keturunan Peres yang dilahirkan Tamar bagi Yehuda oleh karena anak-anak yang akan diberikan TUHAN kepadamu dari perempuan muda ini!" - Rut 4:11-12

"Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." - Matius 16:17-19
 
Definisi Singkat
Panggilan Pilar adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pilar atau Sokoguru dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia membangun dari awal dan menjadi penopang bagi panggilan-panggilan lainnya dalam mengembangkan Kerajaan Allah di tempat yang telah ditetapkan.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Rut, Rasul Petrus

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Pilar adalah bahwa ia dipisahkan secara permanen dari identitas maupun komunitasnya yang semula. Abraham dipanggil keluar dari Ur-Kasdim, Rut menanggalkan kebangsaan dan allahnya, begitu juga Rasul Petrus. Seorang Pilar sangat tekun mengikut, sangat sabar menantikan (kehendak) Tuhan, sangat tenang - memiliki iman yang di atas rata-rata karena pengalamannya berjalan bersama Tuhan yang begitu nyata; ia juga bisa dipercaya, sangat setia dalam segala situasi dan segala perkara.

Ia sepertinya sejak awal dirancang untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab dan penderitaan juga memiliki daya tahan yang di atas rata-rata, itu sebabnya, pada level yang sama, ia memiliki pengenalan akan Tuhan daripada kelima panggilan lainnya. Sikap hatinya cenderung lebih pleghmatis ketimbang kelima panggilan lainnya.

Cara Pilar Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pilar memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus dan penderitaan tanpa mempertanyakan apapun yang Tuhan perintahkan setiap kali. Ia mampu berdiam diri berjam-jam tanpa mengeluh untuk menantikan respon Tuhan. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang sudah dibentuk sejak awal bahkan tanpa disadari sebelumnya. "Ambisi" seorang Pilar adalah didapati oleh Tuannya bahwa ia setia sampai akhir.
Pilar Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Pilar (panggilan utamanya BUKAN Pilar) dapat memanfaatkan kekuatan Pilar dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Imam yang tugasnya mendamaikan dan menaruh belas kasihan bagi orang lain di hadapan Tuhan, dengan Pilar sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Imamnya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Pilar yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka pengenalan akan Tuhan dan belas kasihan serta berkat-berkat rohani keimamannya akan bertambah-tambah.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Raja, maka hikmat, pengertian, pewahyuan serta kemampuan melipatgandakan dan perluasan teritori akan ia terima sejalan dengan respon sikap hatinya.

Pilar Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Pilar lemah atau terlemah, maka sangat dibutuhkan iman dan kerelaan menderita bersama Kristus. Biasanya orang tersebut sulit untuk percaya dan menyerah dalam kehendak Kristus, pikiran manusiawinya masih lebih dominan daripada iman pengenalannya akan Tuhan. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Pilar
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Pilar Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Pilar setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.




- TENTARA / PRAJURIT



"Tetapi hamba-Ku Kaleb, karena lain jiwa yang ada padanya dan ia mengikut Aku dengan sepenuhnya, akan Kubawa masuk ke negeri yang telah dimasukinya itu, dan keturunannya akan memilikinya." - Bilangan 14:24

"Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." - Kisah Para Rasul 13:22

"Dan TUHAN memperdengarkan suara-Nya di depan tentara-Nya. Pasukan-Nya sangat banyak dan pelaksana firman-Nya kuat. Betapa hebat dan sangat dahsyat hari TUHAN! Siapakah yang dapat menahannya?" - Yoel 2:11

"Seperti pahlawan mereka berlari, seperti prajurit mereka naik tembok; dan mereka masing-masing berjalan terus dengan tidak membelok dari jalannya." - Yoel 2:7

"Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya." - 2 Timotius 2:3-4

Definisi Singkat
Panggilan Tentara adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Tentara atau Prajurit dalam sebuah komunitas pelayanan. Dirancang untuk berdiri di garis depan dari seluruh bala tentara-Nya, bergerak maju menerobos pertahanan musuh, menduduki daerah musuh dan menjarah seluruh kekayaan musuh.

Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yosua bin Nun, Kaleb bin Yefune, Yefta - Orang Gilead, Raja Daud, Yonatan bin Saul bin Kish, Rasul Paulus

Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Tentara adalah bahwa ia mengabdi secara total (sepenuhnya), berani mati, berani ambil resiko, suka berkonfrontasi (secara terbuka) dan tahan menderita. Memiliki mental kepahlawanan dan jiwa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal karunia-karunia roh, kelompok Tentara biasanya lebih mengenal dan lebih akrab dengan fenomena-fenomena alam roh (gaib) seperti penglihatan-penglihatan, mimpi-mimpi bahkan efek sensasi secara fisik dari berbagai manifestasi alam roh.

Tentara pada level awal cenderung bernalar rendah, hal ini baik karena ia dituntut untuk taat secara total tanpa memikirkan resiko yang akan maupun sedang dihadapi. Namun semakin tinggi levelnya, maka strategi dan ketangkasannya berperang akan semakin hebat.

Sejak awal pertobatannya, Tentara menyadari bahwa hidupnya bukanlah dirinya lagi melainkan untuk Kristus. Ia percaya bahwa kehidupan setelah keselamatan adalah kesempatan kedua yang mungkin tidak akan terulang lagi, seperti orang yang dihidupkan dari kematian (jasmani). Itu sebabnya bahwa kematian tidaklah menjadi halangan baginya untuk terus maju dalam kegerakan bersama Allah.

Cara Tentara Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Tentara memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, mengejar hati Tuhan dengan lebih gigih daripada kelima panggilan lainnya, serta mengikuti dan berjuang dengan sepenuhnya tanpa memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya. Gelora (passion) adalah segalanya bagi Tentara, setiap tindakan yang dilakukannya bagi Tuhan tidak boleh tidak disertai dengan gelora cinta di hatinya. Tentara adalah pelaksana yang terencana, sementara Raja adalah perencana yang terlaksana. "Ambisi" seorang Tentara adalah memuaskan hati Komandannya.
Tentara Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Tentara (panggilan utamanya BUKAN Tentara) dapat memanfaatkan kekuatan Tentara dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Raja yang bertugas dengan hikmat dan pengertian untuk memerintah dengan bijak, melipatgandakan benih dan talentah serta memperluas teritori semua yang dipercayakan di hadapan Tuhan, dengan Tentara sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Rajanya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Tentara yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka hikmat, pengertian, pewahyuan ilahi, kekayaan jasmani, perluasan teritori bahkan keteladanannya akan semakin bertambah-tambah.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Imam, maka karunia-karunia rohani, jarahan, kedudukan rohani, jiwa-jiwa yang diselamatkan akan semakin banyak ditambahkan kepadanya.

Tentara Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Tentara lemah atau terlemah, maka orang tersebut harus mempelajari berbagai hukum dan strategi peperangan (rohani) yang tertulis terutama pada Kitab-Kitab Perjanjian Lama, Kitab Kisah Para Rasul dan Surat-Surat Rasul Paulus. Biasanya orang tersebut sulit untuk mengerti dan menerima bahwa kuasa secara alam roh bahkan lebih nyata daripada alam jasmani. Juga bahwa dalam alam roh ada protokoler-protokoler yang memang harus ditaati dan diikuti dengan pengertian yang benar. Padahal Alkitab (Efesus 6:12) jelas menulis bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Tentara 
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Tentara Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Tentara setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.




- PEKERJA



"Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu." - Kejadian 39:2
"Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya." -  Kejadian 39:6

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." - 2 Timotius 2:15

Introduksi
Keenam jenis panggilan yang alkitabiah adalah cara Tuhan bagi Gereja untuk mempermudah kita semua mencapai garis akhir dan memenuhi destiny dengan kuat dan tepat sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Menentukan jenis panggilan dengan pribadi orang yang bersangkutan, biasanya ditentukan oleh beberapa faktor yaitu karakter positif maupun karakter negatifnya; passion, minat & kesukaannya; juga kebiasaan cara Tuhan bergaul dengannya serta cara orang tersebut meresponi Tuhan, baik itu disadari ataupun tidak disadarinya.
Tulisan ini diharapkan dapat membantu Gereja dan orang-orang percaya untuk lebih mengenal Tuhan, dirinya sendiri serta panggilan yang telah Tuhan tetapkan dalam dirinya sejak semula. Dengan mengetahui panggilannya yang benar serta mengerjakan panggilan tersebut dengan sikap hati yang penuh ketaatan dan kesetiaan, maka Gereja akan berjalan dalam ketepatan yang sempurna, memperoleh berkat-berkat rohani dan jasmani dan menjadi berkat, pembawa damai, memberi dampak dan pengaruh besar - garam & terang - bagi dunia sesuai dengan kehendak Tuhan yang sempurna yaitu, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." - Kejadian 1:26
Definisi Singkat
Panggilan Pekerja adalah cara dan ketetapan Tuhan terhadap seseorang untuk menjadi Pekerja atau Penuai dalam sebuah komunitas pelayanan. Biasanya ia diutus lebih awal daripada keempat panggilan lainnya (Imam, Tentara, Raja & Mempelai) untuk menyiapkan pra-sarana dan sarana dalam melakukan misi Kerajaan Allah yang bersifat praktikal dan lebih banyak di area market place - swasta maupun pemerintahan.
Tokoh Dalam Sejarah Alkitab
Yusuf bin Yakub bin Ishak bin Abraham, Daniel, Hananya, Misael, Azarya, Marta - Saudari Maria & Lazarus, Rasul Markus, Timotius - murid Rasul Paulus.
Ciri-Ciri & Kekuatan
Gambaran umum seorang Pekerja adalah bahwa biasanya ia dipisahkan secara temporer dari keluarga  maupun komunitasnya yang semula. Yusuf diasingkan menjadi budak di Mesir, Daniel dan ketiga rekannya menjadi orang pilihan dan kepercayaan para raja kafir di masa pembuangan. Seorang Pekerja ia sangat tangguh, bekerja keras, sangat rajin, memiliki passion yang besar untuk memberitakan Firman kepada siapapun terutama orang asing yang bahkan belum dikenalinya tanpa merasa malu maupun merasa asing.

Ia sejak awal dirancang untuk mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu atau biasa disebut multitasking dan cenderung ingin dihargai hasil pekerjaannya. Penghargaan tersebut biasanya bahkan lebih berupa sekedar pengakuan ketimbang bayaran uang. Sikap hatinya cenderung lebih sanguin-koleris.

Cara Pekerja Memperoleh Perkenanan Tuhan
Seorang Pekerja memperoleh perkenan Tuhan dengan persekutan dalam Firman, Roh Kudus, kesetiaan, menjaga kekudusan serta tidak membiarkan dirinya dinajiskan oleh perkara yang tesedia untuk menggodanya. Sebagai contoh, Yusuf tidak menajiskan diri dengan menghindari rayuan istri Potifar. Daniel dan ketiga rekannya tidak menajiskan diri dengan santapan raja dan minuman anggur yang biasa diminum raja. "Ambisi" seorang Pekerja adalah dipercayakan sebanyak mungkin pekerjaan dan tanggung jawab serta melihat kepuasan dari orang-orang yang dilayaninya.
Pekerja Sebagai Kekuatan Sekunder
Orang percaya yang kekuatan sekundernya adalah Pekerja (panggilan utamanya BUKAN Pekerja) dapat memanfaatkan kekuatan Pekerja dalam dirinya untuk menopang panggilan utamanya. Sebagai contoh, seorang Tentara yang tugasnya menahan kekuatan lawan, menghabisi kekuatan musuh dan memperluas teritori sesuai komando yang ada di atasnya di hadapan Tuhan, dengan Pekerja sebagai kekuatan sekundernya maka panggilan Tentaranya akan semakin bertumbuh manakala ia mulai menghadapi dan menggenapkan perkara-perkara Pekerja yang Tuhan bawa ke dalam hidupnya. Setiap kali orang tersebut merespon dengan benar maka kepekaan, karunia-karunia, senjata-senajata rohani dan strategi peperangan serta berkat-berkat rohani & jasmani ketentaraanya akan bertambah-tambah.

Begitu pula jika orang tersebut memiliki panggilan Pilar, maka kekuatan, iman, daya tahan, kesetiaan dan kekayaan jasmani akan ia terima sejalan dengan respon sikap hatinya.
Pekerja Sebagai Sisi Yang Terlemah
Sesungguhnya setiap orang percaya memiliki keenam sisi dari semua panggilan yang ada. Sama seperti Tuhan Yesus yang adalah Pilar, Imam, Pekerja, Panglima Bala Tentara, Raja juga Mempelai Pria bagi Gereja-Nya. Namun kadar kekuatan tiap sisi panggilan dalam masing-masing orang percaya tidak sama. Bagi mereka yang memiliki Sisi Pekerja lemah atau terlemah, maka sangat dibutuhkan keuletan, ketekunan, kerajinan dan kerelaan menderita bersama Kristus. Biasanya orang tersebut cenderung malas, suka menghindari proses, tidak bersedia direpotkan dan memiliki keengganan yang besar (terutama menghadapi orang asing maupun perkara baru). Dibutuhkan proses dan waktu yang cukup untuk memperkuat sisi terlemah ini. Ketika sisi terlemah telah cukup tertanggulangi maka panggilan utamanya akan mulai memasuki Level Raja-Raja.

Pengakuan Panggilan Pekerja
Bagi Anda yang memiliki panggilan sebagai Pekerja & Hamba Kristus maka diharapkan untuk memperkatakan Pengakuan Panggilan Pekerja setiap hari supaya firman yang diperkatakan semakin meneguhkan panggilan tersebut.

 Jadi mulai dari kau membaca 6 Panggilan TUHAN saat ini, kau harus berdoa untuk Destinymu. Apa panggilanmu, kau harus mengerjakan apa, semuanya tanyakan. Dan selamat terbang bersama TUHAN dan RAJA kita YESUS KRISTUS. Dan yang terpenting dan inti dari semua panggilan ini adalah Hati Hamba yang siap mengatakan HINENI setiap TUHAN memberikan pekerjaan dan perintah.


 Regards :  windunatha.blogspot.com
 







 


 

Kamis, 08 November 2012

“Mimpi tentang Rapture, Warning TUHAN untuk jaga kekudusan dan Tanda Akhir Zaman”



Mimpi dan Warning TUHAN (Joseph Raphael Prima):

Tanggal 18 bulan oktober 2012 lalu aku membaca satu e-book tentang pengangkatan. Dimana seorang anak perempuan bernama Sa-rang yang berasal dari Korea  (6,5tahun) mendapatkan pengilhatan tentang surga dan neraka. Dan yang paling TUHAN tekankan adalah pengangkatan. Saat aku membaca buku ini Rohku seperti melonjak, dan aku merasa tidak asing dengan apa yang aku baca. Ini bukan karena aku pernah membaca kesaksian yang sama atau tidak. Ada sesuatu yang familiar disini. Dan masih banyak pertanyaan, kenapa aku merasa seperti hal ini gag asing bagiku.

Aku mulai bertanya kepada TUHAN, apa maksudnya kog aku merasa familiar banget. Tiba-tiba TUHAN berkata, “Aku pernah memberikan mimpi yang sama kepadamu nak.” Aku ingat-ingat lagi, kapan aku mimpi seperti itu. Dan TUHAN berikan penglihatan singkat, dan setelah aku liat itu aku ingat ini adalah mimpi yang TUHAN beri bahkan sejak aku kecil (belum sekolah). Yang kadang aku dapat sebagai penglihatan dan kadang lewat mimpi. Tapi yang bikin kaget itu semua “sama”. Dan itu terjadi gag hanya sekali, bahkan lebih dari 5-8kali. Serta rentang mimpi itu terjadi bukan hari  atau bulan, tapi tahun. Dan terakhir kali aku dapet mimpi ini ketika aku masih SMK. 

“Dimimpi itu aku lagi jalan, dan tiba-tiba aku terangkat dengan begitu cepatnya. Tapi aku sempat lihat disekitarku banyak bencana alam, dan bumi gag seperti bumi yang aku kenal karena banyak kebakaran disana-sini. Bahkan banyak orang-orang yang panic dan gag segan-segan membunuh satu sama lain.”

Setelah itu aku masih bertanya maksudnya apa sih, kog TUHAN ingetin mimpi ini lagi. Ini sempet aku hadapin sama salah satu pemimpin di gerejaku, dan dia berkata ini ‘jaminan kalo aku diangkat’. Tapi jaminan pun bisa dicabut kalo kita gag bisa mempertahankan jaminan itu. Cara mempertahankan jaminanNYA, ya kita jangan hanya jadi pendengar firman dan beriman doank tapi kita harus jadi pelaku firman yang tentunya ngikutin apa maunya TUHAN. Ingat, iman tanpa perbuatan adalah “mati”. 

Dan pas tanggal 6 november 2012(waktu sudah pagi antara jam 12malam-7pagi karena aku tidur jam 12 malam) TUHAN beri mimpi yang bener-bener bikin aku takut kalo gag ikut terangkat. Ya, TUHAN beri aku mimpi tentang pengangkatan lagi. Tapi berbeda dengan mimpi-mimpi yang sebelumnya, karena ada satu perintah yang TUHAN katakan.
“Di mimpi yang TUHAN beri, aku hanya berdiri dan tiba-tiba langit jadi gelap. Lalu langit terbuka dan terlihat cahaya yang luar biasa terang dan aku melihat roh-roh melayang terbang ke lubang cahaya itu (roh-roh manusia yang sudah mati namun sudah percaya kepada YESUS). Aku berpikir, TUHAN apa ini?? TUHAN Cuma diam saja, lalu tiba-tiba saja langit diatasku terbuka dan cahaya itu mengenai tubuhku dan pada waktu itu rasanya Shalom TUHAN memenuhi rohku. Lalu tanpa aku sadari aku sudah tidur terlentang dan banyak sekali darah yang turun dan menembusi setiap bagian tubuhku. Dan setelah itu aku lihat sebuah palu yang besar itu turun dan menghantam kepalaku dan seperti menghancurkan kepalaku rasanya sakit banget. Tapi ajaibnya kepalaku waktu dihantam tetap utuh dan tidak hancur, aku rasakan sesuatu yang ada dikepalaku yang dihancurkan. Dan TUHAN berkata JELAS sekali, “ Jaga “iman”mu dan kehidupanmu nak. Hiduplah selalu didalam kekudusanKU.” Dan setelah itu aku terbangun.”

Setelah terbangun, aku masih bingung. Aku langsung doa, dan nyembah TUHAN. Dan aku mulai Tanya, apa mimpi ini dari TUHAN atau bukan. Dan ternyata ROH KUDUS mengkonfirmasi bahwa mimpi itu memang dari DIA.

 Lalu aku Tanya apa maksudnya. TUHAN bilang,”nak, setiap orang yang akan Aku angkat adalah orang yang benar-benar hidup kudus. Ada anak-anakKU yang belum menyadari jika ada sesuatu yang belum dibereskan dalam hidupnya, banyak sekali nak.”
Lalu aku Tanya apa maksud dari darah yang turun dan menembus tubuhku.
 “Nak, itu darahKU yang AKU curahkan untuk mentahirkan setiap bagian tubuhmu yang belum tahir dan darahKU lah yang membereskan setiap ketidak beresan dalam hidupmu. Sbab darahKU yang memulihkan, menyelamatkan dan memeteraikan dirimu. Dan hal ini yang AKU mau lakukan kepada anak-anakKU yang lain.”
 Lalu aku Tanya apa maksud palu yang turun dan tiba-tiba menghancurkan sesuatu didalam kepalaku. “Itu Aku sedang menghancurkan pikiranmu. Karena pikiran manusia penuh dengan kedagingan, maka dari itu Aku menghancurkannya.”


Dan hari ini 7november 2012, ada salah satu temanku yang memberi tau bahwa ada seorang teman di Papua yang mendapat penglihatan TUHAN YESUS memperlihatkan Mahkota dan JubahNYA dan berkata, “ Kuatkanlah imanmu karena dunia sudah goyah.” Ini adalah konfirmasi kedua yang TUHAN berikan setelah ROH KUDUS yang mengkonfirmasi pertama kali didalam rohku. TUHAN akan melakukan itu semua jika kita minta, maka mulailah minta TUHAN singkapkan apa saja yang belum dibereskan… minta TUHAN bongkar hatimu. Setelah tau minta TUHAN untuk membereskannya. Jangan biarkan 1 “cacat”pun tertinggal. Dan pikiran kita ini harus benar-benar “tunduk” dibawah kaki Kristus. Karena sebenernya pikiran kita ini “jahat”, pikiran kita ini liar. Jadi harus bener-bener dijinakkan, ketika seorang melihat lawan jenisnya yang cantik/ganteng pasti pikiran akan langsung kemana-mana. Maka dari itu kita butuh penundukan pikiran manusia kita karena pikiran kita dipenuhi kedagingan. Memang sakit ketika kita dipaksa untuk meninggalkan kesenangan kita yang pastinya TUHAN tidak suka. Maka dari itu kita perlu passion, dan cinta. Ketika kita cinta sama TUHAN, kita akan rela lakukan apapun yang TUHAN mau kita lakukan walaupun itu semua sakit untuk manusia daging kita. Tapi ketika kalian bisa melewati batas itu, kalian akan dapat sesuatu yang baru. Kita gag bisa menundukkan pikiran kita dengan usaha kita sendiri, hanya TUHAN yang bisa lakukan itu semua dengan TUNTAS.

Tanda Akhir Zaman dan tak akan ada penundaaan lagi (Ev. Iin Tjipto):

Di Wahyu 10:6 dikatakan, “dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi!”
Re:10:6: And sware by Him that liveth for ever and ever, who created heaven, and the things that therein are, and the earth, and the things that therein are, and the sea, and the things which are therein, “that there should be time no longer!”(KJV)

Ya, jelas sekali dikatakan bahwa tidak akan ada penundaan lagi. Ada 3 tanda yang menunjukkan kalo ini memang tidak akan ada penundaan lagi.

Yang pertama :
Wahyu 8:7 Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau.(TB)
Re:8:7: The first angel sounded, and there followed hail and fire mingled with blood, and they were cast upon the earth: and the third part of trees was burnt up, and all green grass was burnt up.(KJV)


Dimana kita lihat bahwa hujan es, api dan darah sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Hujan es sering terjadi juga dinegara kita, sedangkan hujan api sering terjadi pada saat letusan gunung berapi yang dahsyat yang bahkan letusan gunung Krakatau silam pun menimbulkan hujan api yang dahsyat. Serta hujan darah juga terjadi di india. Dan sebenarnya banyak dari kita yang tidak sadar akan tanda-tanda ini, bahkan tahun-tahun ini banyak sekali terjadi kebakaran hutan. Beberapa waktu yang lalu di Australia terjadi kebakaran hutan yang bahkan sampai 2 minggu terus terjadi dan tidak bisa dipadamkan. Di Kalimantan ribuan hektar hutan menjadi hangus dan tidak bisa dipulihkan karena kebakaran hutan. Dan belum lama lagi hutan di gunung merapi dan hutan disekitar gunung berapi yang hangus terbakar karena letusan gunung berapi. Untuk pemulihan hutan ini dibutuhkan waktu mungkin 10-12 tahun. Dan pada waktu itu semua hutan yang terkena kebakaran, letusan gunung berapi yang sampai hangus diseluruh dunia dijumlahkan ternyata persis apa yang dikatakan Alkitab, “sepertiga” dari hutan-hutan terbakar dan hangus.

Yang kedua :
Wahyu 8:9  dan matilah sepertiga dari segala makhluk yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal.(TB)
Re:8:9: And the third part of the creatures which were in the sea, and had life, died; and the third part of the ships were destroyed.(KJV)

Ada banyak kecelakaan kapal, dan jika kita mengikuti berita diseluruh dunia setiap hari ada banyak kecelakaan kapal. Mulai dari jaman titanic dan terus setiap kali kapal diciptakan banyak terjadi kecelakaan. Dan hari-hari ini kita bisa lihat banyak perubahan yang luar biasa terjadi di laut. Banyak Negara tidak bisa memungkiri bahwa mereka membuang limbahnya ke laut. Walaupun itu diprotek/packing sedemikian kuat, tapi tetap saja terjadi kebocoran dan ini mengakibatkan begitu banyak kematian didalam laut. Serta hari-hari ini banyak sekali terjadi perubahan cuaca yang cukup drastis dibeberapa tempat dimana suhu yang seharusnya sekitar 15derajat namun tiba-tiba 2-3derajat begitu juga sebaliknya dan ini mengakibatkan milyaran kematian didalam laut. Dan ketika para ilmuwan melakukan penelitian, mereka mendaatkan hal yang mengejutkan bahwa tahun ini sepertiga dari yang bernyawa di laut sudah mati.

Yang ketiga :
Wahyu 8:10-11 Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.  Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.(TB)
Re:8:10: And the third angel sounded, and there fell a great star from heaven, burning as it were a lamp, and it fell upon the third part of the rivers, and upon the fountains of waters;
Re:8:11: And the name of the star is called Wormwood: and the third part of the waters became wormwood; and many men died of the waters, because they were made bitter.(KJV)



Yang ketiga adalah kepahitan yang sudah menyebar diseluruh dunia. Kepahitan itu membuat aliran-aliran air didalam hidup kita menjadi pahit. Kita percaya jika didalam hidup setiap kita ada aliran air hidup yang seharusnya penuh dengan kemanisan dan sukaita. Tapi Alkitab berkata ada sesuatu yang jatuh, bintang yang jatuh. Orang-orang besar yang disebut pemimpin, artis, yang ketika mereka jatuh mereka menyebarkan kepahitan. Berapa banyak orang kecewa kepada hamba TUHAN, kepada pemimpin, kepada ayah dan ibunya dan itu menimbulkan kepahitan. Dan saat ini dari 3 keluarga diseluruh dunia selalu 1 bercerai. Apsintus/kepahitan sudah menyebar.

Tidak akan ada penundaan lagi, sbab sudah genap tanda-tandanya. Kita harus lebih waspada. Mari kita berjaga-jaga, lebih banyak berdoa, lebih banyak menyembah TUHAN. Ditengah-tengah kepahitan ini mari memilih menjadi orang yang menyebarkan kemanisan, kekuatan, dan selalu menimbulkan pengharapan. Dan setiap pagi untuk menyebarkan kata-kata yang manis kepada setiap orang.

^Ada seorang ibu yang berjalan pulang di tengah malam, pada waktu dia berjalan menyanyikan lagu tentang TUHAN. Ibu ini tau suaranya kurang bagus, tapi dia menyanyikan lagu tentang kasih, cinta dengan sepenuh hati. Dan pagi harinya ibu itu kaget karena ada 2 surat dari orang yang tak dikenalnya terselip dibawah pintunya. 1 surat berkata, “ bu, tadi malam ibu berjalan melewati saya. Pada waktu itu saya sedang sangat putus asa, dan sangat ketakutan. Sehingga saya mengikuti dim-diam mengikuti ibu dari jauh karena lagu ibu memberikan penghiburan buat saya.” Dan surat yang satunya lagi berkata, “ bu, saya hampir bunuh diri, saya sudah kabur dari rumah dan 1 tahun tidak pulang. Tapi suara ibu mengingatkan saya kepada ibu saya, seperti apapun saya tau ibu saya mengasihi saya. Saya memutuskan pulang malam ini, saya hanya mau mengucapkan terimakasih. Jadi semalam saya mengikuti ibu dan menyelipkan surat ini sebagai tanda terima kasih.^

#Jadi peka’lah terhadap tanda-tanda yang TUHAN beri hari-hari ini, intimlah sama ROH KUDUS. Berikan waktumu lebih lagi untuk bergaul denganNYA. Saya percaya TUHAN akan datang lebih cepat dari apa yang saya pikirkan, hanya saja kita semua gag bisa tau kapan YESUS datang karena hanya BAPA saja yang tau hari itu tiba. Jadi mari kita mulai”saat ini” introspeksi diri kita dan minta TUHAN untuk mereparasi hidup kita hingga hidup kita berkenan dihadapanNYA.

Mari berdoa : Tuhan ditengah kepahitan yang sudah menyebar dan kedatanganMU yang semakin dekat. Kami mau memilih untuk jadi berkat, menyalurkan kasih dan selalu intim denganMU. Mampukan kami untuk selalu jadi penyebar kemanisan di tengah-tengah kepahitan yang sudah menyebar ini. Mampukan kami TUHAN. Dan mampukan kami untuk selalu peka terhadap ENGKAU dan tanda-tandaMU TUHAN. TERIMA KASIH TUHAN. TUHAN YESUS yang memberkati dan melindungi anak-anakNYA, DIA Gembala yang luar biasa. Be PREPARED, and get READY for HIS second come. Dalam nama TUHAN YESUS, HALELUYA AMEN. GOD BLESS YOU ALL.
 
Salam Kasih, Joseph Raphael Prima. 

 

Minggu, 21 Oktober 2012

Sebuah Proklamasi Nubuatan dari Tuhan, ditulis oleh Malaikat-Malaikat Juru Tulis .



Deklarasi Surga Terbuka (Open Heaven)


Untuk Dia yang duduk di tahta maha tinggi, kami berikan pujian, hormat, dan  kejayaan selama-lamanya, dimana Dia ingin mengungkapkan rumah-Nya di Surga  kepada manusia Bumi. Bersukacitalah, oh Bumi, bersukacitalah! Surga ingin  menjamahmu dan ketika itu terjadi, api gairah-Nya akan tinggal di setiap yang bernafas. Dia selamanya akan meninggalkan tanda-Nya di jutaan hati dan mereka akan mengenal Dia sebagai Juru Selamat mereka. Bersyukurlah manusia Bumi bahwa engkau hidup hari ini dan jam ini, ketika sukacita Tuhan menyelimuti seluruh Bumi. Betapa megah jalan-Nya, betapa besar perbuatan tangan-Nya yang duduk di ahta. Dalam kekekalan mereka akan bernyanyi tentang hari ini — hari yang besar dan agung sebelum hari terakhir tiba. Semua akan bergetar dan semua akan dipulihkan untuk dan melalui orang-orang percaya yang setia kepada Tuhan!

Bersiaplah O musuh yang Maha Tinggi, untuk menjadi tumpuan kaki-Nya! Tidak ada yang akan luput dari kemuliaan-Nya dan tidak ada tempat bersembunyi dari cahaya-Nya! Dia yang telah memilih hamba perempuan ini untuk mengungkapkan hal-hal tersembunyi, hal-hal berharga, dan harta yang tersimpan di Surga-Nya bagi yang mengasihi-Nya dan menunggu kedatangan-Nya! Kami, Juru Tulis-Nya yang setia, yang diciptakan oleh-Nya pada permulaan untuk melayani di alam roh-Nya dan untuk merekam kata-kata untuk kami kirim; dan untuk memberikan dan melepaskan pesan-Nya kepada orang-orang kepercayaan-Nya – yang bersyukur menjadi bagian dari rencana ilahi-Nya dalam pengungkapan Surga.

Bersiaplah kamu orang-orang setia, yang berdiri teguh dalam banyak peperangan dan penghancuran oleh musuh. Bersiaplah untuk menerima hadiah besar, sekarang, dalam kehidupan ini dan dalam hidup mulia yang akan datang. Engkau akan melihat kekuatan Tuhan dilepaskan, dan engkau akan mengetahui dengan benar bahwa Dia yang mengatur.

Lihatlah, api-Nya datang menjamah dunia ini dan ke  dalam hati manusia, untuk mendorong kembali kegelapan besar dan mengklaim ciptaan-Nya kembali pada-Nya.

Bersiaplah pria-pria dan wanita-wanita Tuhan, mereka yang berjaga-jaga – yang berserah pada Roh Kudus Tuhan ketika diminta untuk  meletakan rencananya, rencana manusia, dan membiarkan Dia mengambil alih  selama jam ini. Kepada mereka yang tidak berserah, tempatmu akan diberikan kepada yang lain dan beberapa bahkan terjadi lebih awal! Siapkan hatimu, karena Dia harus lebih dulu mengunjungi para pemimpin dan kemudian tubuh gereja-Nya. Apakah kamu semua dapat berdiri dan membawa kemuliaan ini, atau kamu  tak terlindungi pada kedatangan-Nya?

Mangkuk di depan mezbah terjungkir dan selubung telah robek; tidak ada satupun yang dapat menghentikan apa yang akan terjadi! Manifestasi kekuatan-Nya melalui tanda-tanda, keajaiban-keajaiban, dan mujizat-mujizat akan terjadi dimana-mana — tidak ada bangunan yang akan dapat menahan mereka.  Dia tidak lagi akan diletakkan dalam palungan, juga tidak akan mengenakan label manusia, tapi Dia akan menyatukan tubuh sejati orang percaya dan Dunia akan mengenal mereka dengan cinta mereka satu sama lain! Bersiaplah untuk mendengar suara baru — suara Surga!

Ini adalah sekilas dalam kekekalan. Bersiaplah untuk membaca. Bersiaplah untuk perubahan selamanya. Bersiaplah manusia Bumi, untuk dalam tahun 2007, Tuhan MENGUNGKAPKAN SURGA!
AMIN! AMIN! AMIN!

From Book “Revealing Heaven” by Kat Kerr.
Translated to Indonesian by Darlene. P (founder of Rajawali Allah), mailto:thehawkofgod@gmail.com
 Indonesia Version bisa didownload di  www.DivineRevelations.info/indonesia